Napi Merah Mata Ditetapkan Tersangka Pengedar Narkoba di Dalam Lapas







Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto didampingi Kakanwil Kemenkumham Sumsel, Sudirman D Hurry saat menggelar kasus narkoba. FOTO-DEDY/KORANSN

Palembang, KoranSN

Andrean Saputra alias Yudi, Narapidana (Napi) kasus narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Merah Mata Kelas I A Palembang, Kamis (15/6/2017) ditetapkan menjadi tersangka pengedar narkoba di Lapas terkait temuan narkoba yang sebelumnya ditemukan oleh Satgas Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) RI.

Demikian ditegaskan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Sumsel, Sudirman D Hury saat gelar kasus dan barang bukti narkoba di Mapolda Sumsel.

Menurut Sudirman, bukan hanya Andrean Saputra alias Yudi, untuk dua Napi lainnya yakni; M Harun dan Rahmat Sakban Hidayat juga ditetapkan menjadi tersangka. Hal ini dikarenakan kedua Napi tersebut memiliki peran membantu tersangka Andrean Saputra alias Yudi untuk menyimpan dan mengedarkan narkoba di Lapas.

“Awalnya ada lima Napi yang diamankan ke Polda Sumsel. Setelah diperiksa dua Napi lainnya yakni; Padol dan Ishak Suhadi tidak terlibat sehingga hanya dijadikan saksi saja. Dalam kasus ini adapun barang bukti yang diamankan yakni; 134,32 gram sabu, 85 paket kecil berisi serbuk ekstasi, 39 butir ekstasi dan 8 butir ekstasi jenis happy five. Hasil penyelidikan pihak kepolisian diketahui jika semua narkoba merupakan milik tersangka Andrean Saputra alias Yudi. Bahkan tersangka Yudi diluar memiliki tiga rumah dan tiga unit mobil, meskipun hasil pemeriksaan tersangka baru satu kali ini mengedarkan narkoba di Lapas,namun kami duga Yudi bandar narkoba untuk itu kami mengusulkan agar tersangka dijerat Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Ini dilakukan agar bandar narkoba jerah, sebab selain dipidana mereka juga dimiskinkan karena kekayaannya akan disita oleh negara,” tegas Sudirman.

Masih dikatakannya, tersangka Andrean Saputra alias Yudi, M Harun dan Rahmat Sakban Hidayat merupakan Napi kasus narkoba yang sampai saat ini masih menjalani masa hukuman penjara di Lapas Merah Mata. Karena kini ketiganya kembali ditetapkan tersangka maka setelah vonis hakim nantinya masa hukuman ketiganya menjadi bertambah.

Baca Juga :   Residivis Pecah Kaca di Jatim Ditangkap Menjambret di Lubuklinggau

“Otomatis hukuman mereka bertambah setelah nanti divonis hakim. Seperti tersangka Andrean Saputra alias Yudi, Napi ini masuk penjara setelah divonis hakim pidana penjara 11 tahun. Sejauh ini Andrean Saputra alias Yudi baru menjalani hukuman 7 tahun penjara jadi sisianya masih 4 tahun penjara lagi. Nah, untuk hukuman pidana dalam kasus narkoba yang baru ini, kita lihat nanti berapa vonis hakim. Setelah tahu barulah akan ditotalkan dengan sisa masa tahanannya yang saat ini,” paparnya.

Dalam kasus ini, lanjut Sudirman, tidak ditemukan bukti keterlibatan
petugas Lapas Merah Mata. Sebab narkoba tersebut dapat masuk ke dalam Lapas setelah seseorang melemparkannya dari luar Lapas.

“Modusnya, awalnya tersangka Andrean Saputra alias Yudi ini dibesuk. Saat dibesek tersebutlah orang yang membesuk menyampaikan jika nantinya ada orang yang akan melemparkan Narkoba dari luar. Jadi usai dibesuk, tersangka langsung menunggu lemparan Narkoba dari luar Lapas,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan Sudirman, dengan terungkapnya kasus tersebut maka pihaknya akan terus melakukan razia di dalam Lapas dan Rutan yang berada di Sumsel. Hal ini dilakukan untuk mengatisipasi agar kedepan kejadian tersebut tidak kembali terjadi.

“Kita akan intensifkan lagi razia. Apalagi, di dalam Lapas maupun Rutan banyak Napi yang terjerat kasus narkoba. Seperti di Lapas Merah Mata Palembang dari total Napi 1.600 tahan, 1.041 merupakan Napi kasus narkoba. Sehingga di dalam Lapas kita duga banyak permintaan narkoba hingga jaringan pengedar melakukan berbagai cara untuk memasukan narkoba ke dalam Lapas. Untuk itu, saya juga telah menekankan semua petugas Lapas dan Rutan jangan sampai ada yang terlibat, jika terbukti saya tak segan-segan memecat petugas tersebut,” tandasnya.

Baca Juga :   Dhevi Martinus Tak Bisa Lagi Resahkan Warga

Sementara Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, dalam gelar kasus narkoba tersebut ada 22 tersangka narkoba yang ditangkap aparat kepolisian Ditres Narkoba Polda Sumsel. Dari jumlah tersebut, tiga tersangka diantaranya merupakan Napi di Lapas Merah Mata Klas I Palembang.

“Untuk memberantas peredaran narkoba terutama di dalam Lapas maupun Rutan di Sumsel, kita terus berkoordinasi dengan Kemenkumham Sumsel. Selain itu kami juga meminta semua masyarakat untuk lebih proaktif ikut memberantas peredaran narkoba diwilayah Sumsel ini,” ujar Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, Kakanwil Kemenkumham Sumsel, Sudirman D Hury mengatakan, Satgas Kemenkumham RI, Rabu dini hari (7/6/2017) pukul 01.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB menggeledah seluruh sel tahanan dan semua ruangan di Lapas Merah Mata Klas I A Palembang. Dalam penggeledahan tersebut sekitar puluhan personil Satgas Kementerian Hukum dan Ham dari pusat ini mendapati narkoba jenis sabu dan ekstasi.

“Terkait temuan narkoba itu, lima Napi diamankan karena diduga pemilik narkoba dan juga diduga jaringan pengedar narkoba di dalam Lapas Merah Mata Palembang. Adapun kelima Napi tersebut yakni: Andrean Saputra (Napi kasus narkoba), M Harun (Napi kasus narkoba), Rahmat Sakban Hidayat (Napi kasus narkoba), Padol (Napi kasus narkoba) dan Ishak Suhadi (Napi kasus Tipikor). Sabu dan ektasi ini ditemukan di loker yang ada di perpustakaan masjid di dalam Lapas. Usai diamankan, kelimanya kita serahkan ke Polda Sumsel untuk pengembangan lebih lanjut,” kata Sudirman saat itu. (ded)







Publisher : Fitriyanti

Lihat Juga

Kejati Sumsel Masih Agendakan Pemanggilan Para Saksi Dugaan Korupsi Izin Perkebunan

Palembang, KoranSN Kejati Sumsel kedepannya masih akan mengagendakan pemanggilan para saksi guna dilakukan pemeriksaan dalam …

error: Content is protected !!