Nazirwan Delamat Mundur Jadi Dirut BPR Sumsel

Nazirwan Delamatfoto-ferdinand/koransn

Palembang,koranSN

Dikarenakan alasan kesehatan, Nazirwan Delamat mundur dari jabatannya sebagai Dirut Bank BPR Sumsel. Hal tersebut terungkap usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank BPR Sumsel di Hotel Aryaduta Palembang, Senin (17/4/2017).      “Jadilah saya sudah sekitar 37 tahun bergelut di dunia perbankan, ini saatnya saya mundur karena kesehatan saya tidak memungkinkan lagi serta keluarga dan anak-anak saya tinggal di Jakarta jadi sudah saatnya saya ingin berkumpul dengan mereka,” tutur Nazirwan saat ditemui usai RUPS.

Diungkapkannya, banyak suka dan duka yang dijalani selama 9 tahun lebih memangku jabatan sebagai Dirut Bank BPR Sumsel. Surat pengunduran diri sudah diajukan dua minggu lalu sebelum RUPS dan pada RUPS kemarin sudah disetujui tentang pengunduran dirinya sebagai Dirut Bank BPR Sumsel.

Baca Juga :   HD Pastikan Jalan OKUT Mulus Sebelum Lebaran

Pengunduran Nazirwan Delamat sebagai Dirut BPR Sumsel dibenarkan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin. Sudah waktunya diadakan perombakan dan pergantian di jajaran Direksi BPR Sumsel. Selain alasan kesehatan, BPR Sumsel juga butuh penyegaran agar operasianal BPR Sumsel tetap dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.  Pemprov Sumsel menurutnya, sebagai pemegang saham di BPR Sumsel akan menempatkan karateker untuk menjabat sebagai Dirut BPR Sumsel. Karateker untuk sementara diambil dari PT Bank Negara Indonesia (BNI).

“Kita tunjuk saudara Mashur sebagai karateker Dirut BPR Sumsel sembari menunggu fit and proper test calon dirut yang baru. Saudara Mashur sebelumnya menjabat sebagai Pemimpin Sentralisasi Back Office BNI Kanwil Palembang,” jelasnya. Meskipun ada perubahan di tubuh jajaran Direksi BPR Sumsel diharapkannya, tidak akan menganggu operasional perusahaan. Bahkan dengan adanya pergantian kinerja BPR Sumsel dapat ditingkatkan lebih baik lagi.

Baca Juga :   Rakor dengan Pimpinan KPK, Herman Deru: Pemberantasan Korupsi Butuh Cara-cara Luar Biasa

Sementara Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 7 Sumbagsel, Panca Hadi Suyatno mengatakan, pihaknya  terus mendorong BPR agar memperketat penerapan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit. Hal ini untuk menekan non perfoming loan (NPL) atau kredit bermasalah yang selama ini terjadi dan mengkhawatirkan.  “Meskipun Kinerja BPR Sumsel masih cukup baik, namun kita tekankan agar lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit,” pungkasnya. (ima)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Alwin

Avatar

Lihat Juga

HD Sinkronkan Program Strategis Provinsi dengan Kabupaten/Kota

Palembang, KoranSN Untuk mempercepat jalannya pembangunan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, dibutuhkan komitmen …