Night Culinary Market Lorong Basah Segera Diresmikan

Sepanjang Jalan Sentot Ali Basah kawasan Pasar 16 Ilir terpasang Awning, di lokasi ini akan dijadikan destinasi wisata baru di Kota Palembang dengan night culinary market. (foto-dok/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Salah satu kawasan yang digadang menjadi destinasi wisata baru pada malam hari di Kota Palembang, yakni Jalan Sentot Ali Basah atau biasa dikenal masyarakat dengan lorong basah segera diresmikan. Peresmiannya direncanakan dilakukan, Sabtu malam (27/1/2018).

“Untuk jadwalnya pastinya masih tentative (sementara), tapi kita ingin peresmiannya di sabtu malam (malam minggu), kemungkinan dua pekan kedepan nigh culinary market dibuka secara resmi. Jadi, masyarakat Palembang dimohon bersabar,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madanai, Selasa (23/1/2018).

Menurut Isnaini, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan semuanya, seperti menata kawasan untuk pedagang di Lorong basah serta mandata para pedagang itu sendiri.

Selain itu, pihaknya juga sedang mempersiapkan fasilitas pelengkap lainnya agar penyunjung merasa nyaman datang ke lorong basah, seperti akan manambah fasilitas, seperti toilet umum dan tempat pembuangan sampah agar tidak mencemari serta mengotori lingkungan sekitar.

“Lampu, tempat sampah dan toilet akan lebih kita perhatikan agar membuat nyaman semua pengunjung dan pedagang yang datang di kawasan Lorong Basah nanti,” jelasnya.

Ia melanjutkan, di nigh culinary market ini natinya para pedagang akan menjajakan dagangan makanan khas Palambang. Jadi bagi masyarakat yang kangen akan masakan khas Palembang bisa langsung mendatangi kawasan tersebut.

Selain itu, lanjut Isnaini, makanan yang biasa ditemui masyarakat juga akan dijajakan di lorong basah, seperti; Pempek, Tekwan, Model, Kemplang, Lenggang, Mie celor, Laksan, Martabak HAR, Burgo serta Lakso dan harganya pun relatif sama dengan yang dijual dipasaran.

Baca Juga :   Awal November, Pemprov Rekrut 1000 PPL

Ia menambahkan, makanan ringan khas Palembang juga akan dijajakan oleh para pedagang nantinya, yakni Kue lapis Kojo, Maksuba, Kue Delapan jam, Kue Bolu Sri, Kue Gandus, Kue Lumpang, Dadar jiwo, Engkak Ketan dan masih banyak makanan khas Palembang lainnya.

“Kita ingin menjadikan konsep nigh culinary market di lorong basah ini guna bernostalgia dan mengingatkan kembali makanan khas Palembang kepada masyarakat. Jadi bagi warga harap bersabar karena semuanya untuk kita nikmati bersama-sama,” pungkas Isnaini. (rgn)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kemenkumham Sumsel Berikan Remisi Khusus Hari Anak Nasional Kepada 94 Anak Binaan

Palembang, KoranSN Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Selatan menyatakan sebanyak 94 anak binaan mendapatkan remisi khusus …

error: Content is protected !!