Objek Wisata di Kalteng Bakal Ramai Dikunjungi Saat Libur Lebaran





Sejumlah nelayan melintas dengan latar belakang hutan gambut yang berada di tepi Sungai Sebangau, Kawasan Taman Nasional Sebangau, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (Foto-Antaranews)

Palangka Raya, KoranSN

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah memperkirakan objek wisata yang ada di Kota Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas, Kotawaringin Timur, Seruyan dan Kotawaringin Barat akan ramai dikunjungi masyarakat saat libur Lebaran 2019.

“Objek wisata di Kota Palangka Raya yang bakal ramai dikunjungi adalah Sei Gohong, Taman Alam Tangkiling, Air Hitam Kereng Bangkirai dan Taman Nasional Sebangau,” kata Kepala Disbudpar Kalteng Guntur Talajan di Palangka Raya, Sabtu (1/6/2019).

Selain itu Air Terjun Batu Mahasur di Kabupaten Gunung Mas, Pantai Ujung Pandaran di Kabupaten Kotawaringin Timur, Taman Nasional Tanjung Puting di Kabupaten Kotawaringin Barat, Pantai Sungai Bakau di Seruyan dan lainnya.

Baca Juga :   LOC: Sampah di Kawasan Wisata Senggigi Mencapai 1,4 Ton Per Hari

Selain beberapa lokasi tersebut, Disbudpar Kalteng juga memperkirakan peningkatan pengunjung di seluruh kabupaten/kota yang memiliki daya tarik objek wisata masing-masing. Apalagi Disbudpar seluruh kabupaten/kota se-Kalteng telah diminta untuk mempersiapkan minimal tiga tempat wisata yang dapat dikunjungi masyarakat saat libur lebaran.

Guntur mengatakan, penyediaan minimal tiga objek wisata tersebut sesuai dengan keunggulan masing-masing. Apakah itu wisata alam, air, budaya maupun kuliner yang berbeda dengan daerah lain.

“Para pelaku atau pengelola objek wisata pun telah diminta untuk lebih profesional dan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat yang nantinya berkunjung,” ucapnya.

Baca Juga :   Pengelola Taman Margasatwa Ragunan Sajikan Wisata Virtual Selama PPKM

Menurut dia, pelayanan yang profesional perlu dilakukan pelaku atau pengelola objek wisata. Dengan begitu, masyarakat yang berkunjung ke objek wisata tersebut akan merasa terkesan dan ingin kembali lagi di kemudian hari.

“Terpenting itu, jangan aji mumpung. Karena pengunjung sedang banyak, lalu harga-harga dibuat mahal. Kalau seperti itu dibuat, ya masyarakat bisa jera dan tak mau lagi ke sana. Boleh mengambil untung, tapi jangan berlebihan. Jadi, masyarakat terkesan dan ingin kembali lagi ke objek wisata itu,” kata Guntur. (Antara/ded)





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kemenparekraf Ajak Wujudkan Pariwisata Berkualitas di Danau Toba

Jakarta, KoranSN Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengajak semua pihak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!