OJK Optimis Perbaikan Ekonomi Berlanjut

Pelaku industri jasa keuangan foto bersama saat Pertemuan tahunan IJK di Hotel Novotel Palembang, Senin (28/1/2019). (foto-soimah/koransn.com)

Palembang, koranSN

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimis di tahun 2019 tren perbaikan perekonomian dan kinerja sektor keuangan akan berlanjut. Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Nurhaida usai acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Hotel Novotel Palembang, Senin (28/1/2019).

“Meskipun ada tekanan dari pasar keuangan global, namun kami pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat diperkirakan mencapai 5,3%,”tegasnya.

Peningkatakan tersebut dikatakannya, didorong peningkatan efisiensi dan daya saing serta peningkatan konsumsi pemerintah dan masyarakat. Tingkat inflasi diperkirakan masih terjaga relatif rendah di level 3,5% seiring perbaikan infrastruktur logistik. Untuk Kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan diperkirakan tumbuh kuat dengan pertumbuhan kredit perbankan di kisaran 13±1%, dengan Rasio NPL diproyeksikan turun di akhir tahun 2019. Sedangkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga diperkirakan meningkat menjadi 8%-10%. Optimisme tersebut juga turut diperlihatkan oleh pelaku perbankan, sebagaimana tercermin dalam Rencana Bisnis Bank tahun 2019, yang menargetkan ekspansi kredit dan Dana Pihak Ketiga masing-masing sebesar 12,1% dan 11,5%.

Dengan optimisme perbaikan ekonomi tersebut menurutnya, di pasar modal memproyeksikan tambahan 75 –100 emiten baru di tahun 2019 dengan jumlah emisi di kisaran Rp200 triliun – Rp 250 triliun. Di Industri Keuangan NonBank, pertumbuhan asetnya secara umum diperkirakan juga meningkat. Aset asuransi jiwa diperkirakan tumbuh sebesar 10%-13% dan asuransi umum tumbuh 14%-17%. Sementara itu, aset perusahaan pembiayaan tumbuh 8%-11% dan aset dana pensiun diperkirakan akan tumbuh moderat, yaitusekitar 7%-9% untuk Dana Pensiun Pemberi Kerja dan sekitar 13%-16% untuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan.

Baca Juga :   Gunz Coffee Week Pertemukan Pecinta Kopi

Untuk arah kebijakan ke depan dikatakannya, OJK melihat masih ada downside risks yang membayangi momentum pertumbuhan global dan domestik. Naamun tidak sebesar tahun 2018 diantaranya dampak normalisasi kebijakan moneter negara maju, tensi trade war Amerika Serikat dan Tiongkok yang tidak kunjung mencapai kesepakatan yang solid, serta perkembangan geopolitik di beberapa kawasan dan pelemahan ekonomi beberapa negara emerging market.

“OJK akan senantiasa hadir untuk memfasilitasi dan memberikan kemudahan dalam mendukung sektor-sektor prioritas Pemerintah untuk memberikan ruang gerak sektor riil yang lebih besar,”ujarnya.
Pada tahun 2019 dijelaskannya, kebijakan dan inisiatif OJK akan difokuskan pada lima area yaitu memperbesar peran alternatif pembiayaan jangka menengah dan panjang bagi sektor strategis,baik Pemerintah dan swasta, melalui pengembangan pembiayaan dari pasar modal, dengan target emisi baru di kisaran Rp200 triliun -Rp250 triliun, dan 75 – 100 emiten baru . Kemudian mendorong realisasi program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata bekerjasama dengan instansi terkait. OJK juga menaruh perhatian besar pada penyediaan akses keuangan bagi UMKM dan masyarakat kecil di daerah terpencil yang belum terlayani oleh Lembaga Keuangan Formal.

Baca Juga :   Telkomsel Bebaskan Telepon dan SMS untuk Pelanggan Terdampak Bencana Gempa

OJK juga akan mendorong inovasi industri jasa keuangan dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

“Kami juga akan memfasilitasi dan monitor, termasukstart up FinTech Peer-to-Peer Lendingdan Equity Crowdfunding melalui kerangka pengaturan yang kondusif dalam mendorong inovasi dan sekaligus memberi perlindungan yang memadai bagi konsumen,”ujarnya.

Sementara itu Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel, Panca mengungkapkan, OJK Wilayah Sumbagsel optimis dalam mengarungi tahun 2019. OJK berkomitmen untuk mendorong agar IJK di wilayah Sumbagsel tidak hanya memiliki kinerja yang baik, tetapi dapat berperan lebih kontributif melalui perluasan akses Keuangan bagi masyarakat.

“Kami berharap dengan dilaksanakannya pertemuan tahunan ini dapat memelihara tali silahturahmi antara OJK dengan stakeholders, serta dapat mendorong semangat para pelaku usaha jasa keuangan untuk lebih berkontribusi dalam kemajuan perekonomian daerah khususnya wilayah Sumbagsel,”pungkasnya. (ima)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Wapres Menaruh Harapan pada Bank Syariah Indonesia

Jakarta, KoranSN Wakil Presiden Ma’ruf Amin menaruh harapan pada Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) sebagai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.