Oknum Dokter yang Diduga Praktek Aborsi Tidak Ditahan Polda Sumsel









Tampak dr WG saat berada di kediamannya.

Terpisah, Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Suwandi Prihantoro membenarkan jika tersangka dr ‘WG’ dan tersangka ‘NM’, tidak dilakukan penahanan. Meskipun demikian, ia memastikan jika peroses hukum kedua tersangka tetap berjalan.

“Pertimbangan kita tidak menahan kedua tersangka diantaranya, dr ‘WG’ usianya sudah tua yakni 72 tahun. Sedangkan ‘NM’ kondisi kesehatannya belum pulih. Makanya keduanya tidak ditahan. Tapi proses hukum terus berjalan dan jika keterangan kedua tersangka masih diperlukan penyidik untuk melengkapi berkas perkara, tentunya keduanya akan kita panggil kembali untuk diperiksa,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, diduga melakukan praktek aborsi, dr ‘WG’ oknum dokter umum yang membuka praktek di Jalan Jenderal Sudirman Palembang, Rabu (6/12/2017) pukul 18.00 WIB ditangkap aparat kepolisian dari Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel.

Tersangka ditangkap diduga saat melakukan aborsi terhadap ‘NM’ oknum mahasiswi di salah satu universitas di Baturaja. Usai ditangkap, dr ‘WG’ dan ‘NM’ dibawa petugas ke Mapolda Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Suwandi Prihantoro, mengatakan, penangkapan oknum dokter umum dan oknum mahasiswi tersebut bermula dari polisi mendapatkan informasi, jika dr ‘WG’ diduga melakukan praktek aborsi. Menindaklanjuti laporan tersebut, kemudian dilakukan penyelidikan hingga penyergapan.

“Saat tempat praktek dr ‘WG’ disergap, kami mendapati dr ‘WG’ diduga sedang melakukan aborsi kepada janin di kandungan ‘NM’. Bahkan di lokasi, kami mendapati sejumlah barang bukti diantaranya; sejumlah obat suntik yang telah digunakan dan gumpalan darah. Untuk itulah, keduanya kita bawa ke Mapolda Sumsel dan dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, kami telah menetapkan dr ‘WG’ dan ‘NM’ sebagai tersangka,” tegasnya.

Baca Juga :   Polres Cianjur Tembak Ditempat Gerombolan Bermotor Membuat Onar

Masih dikatakan Suwandi, dalam dugaan kasus ini dr ‘WG’ dan oknum mahasiswi ‘NM’ dijerat dengan Pasal 77 huruf (a) Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Dimana untuk ancaman hukumannya yakni, 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar,” ujarnya.











Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Dugaan Korupsi Sertifikat Tanah PTSL 2019, Susno Duadji: Usut Tuntas Level Atasnya, Seret ke Pengadilan!

Palembang, KoranSN Tokoh Masyarakat Sumsel, Komjen Pol (Purn) Drs H Susno Duadji SH MSc yang …

error: Content is protected !!