Oknum Guru Ngaji di Tulung Selapan Diduga Cabuli Bocah 10 Tahun

Usman Afendi (tengah) saat diamankan. (foto-maniso/koransn.com)

Kayuagung, KoranSN

Warga Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dihebohkan prilaku oknum guru ngaji di desa mereka yang diduga sudah melakukan pencabulan terhadap bocah berumur 10 tahun murid mengajinya sendiri.

Kebejatan pelaku yang memancing emosi warga terantisipasi polisi sehingga tak terjadi amuk massa. Aparat desa dibantu warga mendampingi anggota Pol Air Polres OKI, Ipda Amir Fauzi bersama anggota lain menjemput pelaku di rumah Kades dan langsung membawanya ke Mapolres OKI.

Pelaku bernama Usman Afendi (43), warga desa setempat ini menjadi guru ngaji bagi sebagian masyarakat desa terutama para anak kecil atau siswa SD.

Korban perbuatan tak pantas guru ngaji ini menyasar seorang anak perempuan  berumur 10 tahun atau masih duduk di kelas V SD.

Baca Juga :   'CC', Penyuplai Narkoba ke Sapran Jadi Buruan Polisi

Pencabulan itu terjadi Kamis lalu (9/11/2017) sekira pukul 19.30 WIB di rumah pelaku. Saat itu korban bersama 2 teman laki laki mengaji di rumah pelaku. Pelaku menyuruh korban ke dapur mengambil air minum.

Lalu pelaku menyusul dan saat itu anak dan isteri pelaku tidak berada di rumah karena sedang kondangan. Setiba di dapur, pelaku melancarkan aksinya. Korban berontak dan melarikan diri mengadu ke keluarga. Lalu, kumpulan massa dan ada warga menghubungi polisi.

Ipda Amir Fauzi ditemui di Unit PPA Polres OKI mengatakan, antara keluarga pelaku dan keluarga korban sudah saling kenal. Semua sudah diserahkan dan dilimpahkan ke unit PPA Polres OKI, ia hanya membantu mengamankan saja karena dihubungi warga desa.

Baca Juga :   JPU KPK Limpahkan Berkas Perkara Taufik Agustono ke Pengadilan Tipikor

Kapolres OKI AKBP Ade Harianto SH MH melalui Kanit PPA Iptu M Ginting membenarkan adanya pelaku pencabulan yang diamankan. “Saat ini kami masih terus melakukan pemeriksaan untuk mengungkap lebih jauh kasus tersebut,”janjinya.

“Pengakuan pelaku baru sekali melakukan. Tersangka akan dijerat dengan pasal 81 UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” ulas dia. (iso)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Imam Ndn

Lihat Juga

KPK Telusuri Keterlibatan Pihak Lain Perkara Djoko Tjandra

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menelaah berkas dokumen perkara Djoko Soegiarto Tjandra yang …