Oknum Kades Suka Makmur Lahat Ditangkap, Rosana: Suami Saya Tidak Bersalah







Anggota DPRD Sumsel mendengarkan keluhan warga Desa Suka Makmur terkait penangkapan Risansi. (Foto-Robby/KoranSN)

Lahat, KoranSN

Rosana (44), istri dari oknum Kades Desa Suka Makmur, Risansi (48) yang ditangkap pihak kepolisian Senin malam (24/9) karena menjadi provokator bentrok di Lahan PT Lonsum mengungkapkan jika suaminya tersebut tidak bersalah.

Saat ditemui di Desa Suka Makmur, Rosana mengaku dirinya mendukung suaminya walaupun saat ini suaminya sedang terjerat masalah hukum karena dianggap telah memprovokasi warga. Karena menurutnya, yang dilakukan oleh suaminya sebelum ditangkap oleh polisi yakni hanya menyampaikan aspirasi masyarakat desa agar permasalahan lahan benar-benar clear terlebih dahulu.

“Sehari sebelum pembukaan portal dan pembacaan SK Bupati terkait kepemilikan lahan, suami saya sempat rapat. Namun yang dijelaskan dalam rapat tentang penunjukan batas, tapi ternyata di lapangan langsung panen perdana dan pembukaan portal. Disitulah suami saya terkejut,” tegas ibu empat anak dan tiga cucu ini lirih.

Baca Juga :   KPK Panggil Direktur Operasi dan Produksi PT Antam

Dirinya yakin bahwa suaminya tak bersalah, lantaran hanya ingin ketegasan pihak pemerintah terkait lahan usaha dua milik warga eks transmigrasi. Selain itu dirinya yakin suaminya tidak menyuruh warga untuk bertindak anarkis.

“Suami saya sudah sering dipanggil polisi terkait masalah lahan. Kali ini dia dijadikan tersangka, saya tetap mendukung suami saya,” ungkapnya saat curhat dihadapan delapan anggota DPRD Sumsel Dapil VII, di Desa Sukamakmur yang dikoordinatori Nanto AK SE.

Ketua Forum Kades Gumay Talang, Beroto mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa rekan kerjanya. Pihaknya berharap agar penahanan Risansi selaku Kades Suka Makmur dapat ditanguhkan.

“Karena masyarakat butuh Kades untuk pengurusan surat dan lainnya. Beberapa hari ini warga tidak tahu keberadaan Kades, karena awalnya hanya dipanggil oleh pihak Polda,” ungkap Beroto yang juga menjabat sebagai Kades Endikat Ilir ini.

Baca Juga :   KDRT dan Anak di OKI Tinggi

Sementara Wakil Ketua TIM Pengembalian Lahan Transmigrasi Desa Suka Makmur, Suwandi mengungkapkan, pihaknya berharap agar para anggota DPRD Sumsel dapat menyelesaikan permasalahan sengketa antara masyarakat.

Dirinya hanya meminta agar pihak DPRD bisa mendorong Kementrian Transmigrasi, memberikan sertifikat lahan usaha 2 yang disengketakan.

“Permasalahannya panjang dan kami hanya akan memberikan dokumen kepada pihak DPRD Sumsel agar bisa disikapi. Namun yang jelas, sesuai aturan warga transmigrasi yang ada sejak 36 tahun lalu yang memiliki lahan usaha 2, namun banyak warga yang memiliki lahan usaha 2 itu tumpang tindih dengan HGU perusahaan,” ucapnya.

Menyikapi hal itu, Anggota DPRD Sumsel Nanto AK, Ir Holda, Sutra dan lainnya mengaku akan melakukan audiensi dengan Kapolda Sumsel. Selain itu, terkait masalahan lahan dan sertfikat juga akan dicermati terlebih dahulu.

“Permasalahan yang dialami masyarakat tentu akan kita tampung dan akan kita tindak lanjuti. Kita juga menyesalkan sampai ada korban jiwa karena masalah ini,” ungkap Nanto. (rob)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Jenazah Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Musi, Kaki Terikat Rantai

Palembang, KoranSN Kaki kanan dirantai menggunakan gembok dan dikaitkan karung berisi batu, sesosok jenazah laki-laki …

error: Content is protected !!