Otak dan Eksekutor Mayat Dicor di TPU Kandang Kawat Divonis Penjara Seumur Hidup





Suasana sidang vonis ke dua terdakwa. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Dua terdakawa kasus pembunuhan korban Apriyanita (50), yang mayatnya dicor pelaku di kawasan TPU Kandang Kawat Palembang, Rabu (27/5/2020) divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palembang dengan hukuman masing-masing penjara seumur hidup.

Kedua terdakawa tersebut, yakni; Mgs Yudi Thama Redianto alias Yudi (41), dan M Ilyas Kurniawan alias Ilyas (26). Dimana dalam kasus ini, terdakawa Yudi merupakan otak pembunuhan korban, dan terdakawa Ilyas berperan sebagai eksekutor yang menjerat leher korban dengan tali hingga membuat korban tewas.

Ketua Majelis Hakim, Adi Prasetyo SH MH dalam persidangan yang digelar secara video conference di Pengadilan Negeri Palembang mengatakan, dalam perkara ini kedua terdakwa terbukti secara sah telah melakukan pembunuhan sadis terhadap korban Apriyanita.

“Oleh karena itu, kami Majelis Hakim mengadili terdakawa Mgs Yudi Thama Redianto dan terdakawa M Ilyas Kurniawan terbukti bersalah, dan menjatuhkan putusan atau vonis terhadap kedua terdakwa dengan hukuman masing-masing penjara seumur hidup,” tegas Ketua Majelis Hakim saat membacakan vonis untuk kedua terdakwa dalam persidangan.

Masih dikatakan Hakim, dalam kasus pembunuhan ini kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama.

“Dari itulah kami Majelis Hakim menyatakan terdakawa Mgs Yudi Thama Redianto dan terdakawa M Ilyas Kurniawan terbukti melanggar Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” ungkapnya.

Baca Juga :   12 Orang Positif Corona, Covid-19 di Sumsel Jadi 953 Kasus

Dilanjutkan Hakim, dalam perkara ini adapun hal yang memberatkan kedua terdakawa, yakni perbuatan kedua terdakwa membunuh korban merupakan perbuatan yang keji.

“Selain itu, perbuatan kedua terdakawa tidak berprikemanusiaan dan meresakan masyarakat. Bukan hanya itu, perbuatan kedua terdakwa juga menimbulkan luka yang mendalam bagi keluarga korban,” terangnya.

Lebih jauh Hakim mengungkapkan, atas vonis kedua terdakwa tersebut pihaknya memberikan waktu selama satu minggu kepada kedua terdakwa, penasehat hukum dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menyatakan sikap menerima atau malakukan upaya hukum banding.

“Jadi, kami memberikan waktu satu minggu untuk menentukan sikap, apakah akan menerima atau mengajukan banding terkait vonis penjara seumur hidup kedua terdakawa. Dengan demikian sidang ini kami tutup,” tandas Hakim sembari mengetukan palu menutup persidangan.

Sementara usai persidangan, Feti Mardiana (41), adik kandung korban Apriyanita mengatakan, sebenarnya pihak keluarga berharap agar kedua terdakawa dijatuhkan hukum mati. Namun dalam persidangan ternyata Hakim menjatuhkan hukum penjara semur hidup terhadap kedua terdakwa.

“Kami pihak keluarga korban tentunya menghormati keputusan Majelis Hakim, walaupun kami menginginkan kedua terdakwa divonis hukum mati. Meskipun demikian, kami keluarga dari korban cukup puas dengan vonis hakim tersebut,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Murni saat membacakan tuntut di Pengadilan Negeri Palembang, Selasa lalu (5/5/2020) menegaskan, dalam kasus pembunuhan ini kedua terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan menuntut terdakwa Mgs Yudi Thama Redianto dan terdakwa Ilyas Kurniawan dengan hukuman pidana masing-masing penjara seumur hidup.

Baca Juga :   Saksi Masjid Sriwijaya Stop Diperiksa, Ruben Achmad: Keleluasaan Bagi Pihak yang Akan Dimintai Tanggung Jawab

Masih dikatakannya, dalam perkara ini terdakwa Mgs Yudi Thama Redianto merupakan otak pembunuhan korban. Sedangkan terdakwa M Ilyas Kurniawan memiliki peran menjerat leher korban dengan tali, sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Tentunya perbuatan kedua terdakwa merupakan perbuatan yang sangat kejam. Sehingga hal tersebut menjadi pertimbangan membaratkan bagi kedua terdakwa. Sementara untuk hal meringankan, kedua terdakwa belum pernah dihukum,” tandasnya.

Sekedar mengingatkan, setelah 16 hari dikabarkan hilang, Apriyanita warga Jalan Sriwijaya I Kelurahan Demang Lebar Daun Kecamatan IB I Palembang, Jumat (25/10/2019) pukul 14.30 WIB ditemukan tewas di kawasan TPU Kandang Kawat Kecamatan IT II Palembang, dalam kondisi jenazah korban dikubur sedalam 50 Cm lalu bagian atasnya dicor semen.

Selain menemukan jenazah korban, dalam kasus tersebut pihak kepolisian Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel juga menangkap tersangka Mgs Yudi Thama Redianto dan M Ilyas Kurniawan di lokasi berbeda. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Dugaan Korupsi Pupuk PT Pusri Terus Diusut Kejati

Palembang, KoranSN Kejati Sumsel hingga kini masih terus mengusut dugaan kasus korupsi ekspor pupuk non …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.