Palak Tukang Roti, Pemuda Pengangguaran Dibekuk

Muhammad Yuda. (foto-ist)

Empat Lawang, koranSN

Muhammad Yuda (19), seorang pemuda pengangguran yang tinggal di Desa Padang Tepong Kecamatan Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang, Minggu kemarin (21/1/2018) terpaksa diamankan anggota Unit Reskrim Polsek Ulumusi.

Sebab pelaku Yuda ini melakukan aksi premanisme dengan memeras korban Firdaus (42), warga Desa Rantau Dodor Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang yang sedang hendak berjualan roti di salah satu toko di Pasar Padang Tepong.

Informasi yang dihimpun, saat itu tersangka meminta uang sebesar Rp 100.000 sambil mendorong dan mengancam korban dengan memggunakan Sajam jenis pisau garpu.

Atas kejadian itu korban Langsung melapor ke Polsek Ulu Musi, dan kemudian anggota Unit Reskrim Polsek Ulu Musi bergerak cepat guna menindaklanjuti perkara tersebut dan Unit Reskrim Polsek Ulu Musi berhasil mengamankan tersangka M Yuda saat mengelar Giat Hunting Kring Reserse di Jalan Lintas Propinsi, diperbatasan wilayah Kabupaten Kapahiang-Kabupaten Empat Lawang tepatnya di Desa Simpang Perigi Kecamatan Ulu Musi.

Sementara itu Kapolres Empat Lawang AKBP Agus Setyawan melalui Kapolsek Ulu Musi AKP Asnawi membenarkan adanya penangkapan pelaku yang sudah melakukan aksi premanisme tersebut.

Baca Juga :   Balita Tewas di Tangan Ayah Kandung

“Iya tersangka Yuda sudah kita amankan di Mapolsek Ulu Musi. Saat ini yang bersangkutan sedang menjalani pemeriksaan oleh petugas,” katanya.

Asnawi juga berujar bahwa tersangka akan dikenakan hukuman sesuai dengan undang-undang yang berlaku, mengingat aksi premanisme ini memang sudah meresahkan masyarakat.

“Tersangka kita kenakan Pasal 335 KUHP, atas perbuatan tidak menyenangkan dan juga UU Darurat No 12 tahun 1951, tentang kepemilikan senjata tajam bukan pada tempatnya,” jelasnya (foy)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Polda Sumsel Bongkar Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 5,6 Miliar

Palembang, KoranSN Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan (Sumsel) membongkar kasus penyelundupan 37.804 benih …

error: Content is protected !!