Palembang Tempat Peredaran dan Penyimpanan Narkoba Jaringan Internasional





Brigjen Pol John Turman Panjaitan. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel, Brigjen Pol John Turman Panjaitan, Minggu (12/8/2018) mengatakan, dengan terungkapnya kasus penyeludupan 17 Kg sabu membuktikan bahwa Kota Palembang selain tempat transit juga menjadi lokasi bagi bandar jaringan Internasional mengedarkan dan menyimpan narkoba.

Diungkapkannya, dari itulah BNN Sumsel saat ini masih melakukan pengembangan guna mengungkap dan menangkap tersangka lainnya.

“Dari hasil penyelidikan, para tersangka yang ditangkap dan ditembak mati dengan barang bukti 17 Kg sabu tersebut merupakan jaringan internasional yang baru, berbeda dengan jaringan yang sebelumnya telah kami ungkap. Mereka melakukan transaksi di Palembang, karena Palembang ini sudah menjadi tempat peredaran dan penyimpanan narkoba,” katanya.

Masih dikatakan Jhon, dalam pengembangan kasus tersebut pihaknya dari BNN Sumsel juga berkoordinasi dengan BNN RI dan Mabes Polri. Hal ini mengingat jika jaringan narkoba yang diungkapkan pihaknya tergolong jaringan internasional.

“Selain itu, dalam pengembangan kasusnya kami juga berkoordinasi dengan BNN Medan. Sebab, masih ada satu pelaku inisial ‘I’ di Medan yang memiliki peran dalam penyeludupan 17 Kg sabu tersebut ke Palembang belum tertangkap,” jelasnya.

Baca Juga :   Kapolda: Johan Anuar Bisa Jadi Tersangka

Bukan hanya itu lanjut Jhon, pihaknya juga masih melakukan pengembangan untuk mengungkap narapidana (Napi) di salah satu Lapas yang ikut mengendalikan kedatangan narkoba tersebut dari Medan.

“Napi ini merupakan kakak dari tersangka ‘GI’ yang tewas ditembak oleh anggota kami saat penyergapan dilakukan di Kota Palembang. Sementara untuk peran tersangka ‘ER’ yang juga kami tembak mati, yakni membawa narkoba itu dari Medan. ‘ER’ merupakan bos sekaligus pemilik narkoba tersebut yang saat itu ikut mengawal ke Palembang,” terangnya.

Lebih jauh dikatakannya, sementara untuk tiga tersangka yang ditangkap dalam kondisi hidup yakni; ‘SU’, ‘MI’ dan ‘HI’, kini telah diamankan di BNN Sumsel guna dilakukan proses hukum.

“Ketiganya akan dijerat pidana kurungan penjara seumur hidup. Sebab dua bandarnya, yakni ‘GI’ dan ‘ER’ telah kami tembak mati. Tindakan tegas kami lakukan kepada dua bandar ini, dikarenakan saat ditangkap keduanya melawan makanya langsung kami hajar di lokasi penangkapan,” tegasnya.

Menurutnya, pengungkapan kasus penyeludupan narkoba 17 Kg tersebut merupakan keberhasilan BNN Sumsel berkat informasi dari masyarakat, yang kemudian dilakukan penyelidikan dan penyergapan kepada para tersangka.

Baca Juga :   Alexander Marwata: Firli Gunakan Helikopter Untuk Efisiensi Waktu

“Terimakasih masyarakat, mari sama sama kita berperang dan memberantas narkoba di Provinsi Sumsel ini,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, BNN Provinsi Sumsel, Kamis (8/8/2018) mengungkap penyeludupan narkoba jenis sabu sebanyak 17 Kg di depan salahsatu hotel yang berada di Jalan Puncak Sekuning Kecamatan IB I Palembang. Dari pengungkapan kasus ini, dua tersangka yang merupakan bandar sabu asal Medan dan PALI ditembak mati petugas. Keduanya yakni ; ‘ER’ (38), warga Dusun Bukit Tua PD Tualang Medan Sumatera Utara dan ‘GI’ (23), warga Tanah Abang Utara PALI.

Sedangkan tiga tersangka yang ditangkap dalam kondisi hidup yakni; ‘SU’ (38), warga Dusun Telok Berahol Desa Besilam Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat Medan, ‘MI’ (47) warga Blok C Desa Rambai Jaya Kecamatan Kampas Kabupaten Indra Hilir serta tersangka ‘HI’ (21), warga Jalan Merdeka Kelurahan Tanah Abang Utara Kecamatan Tanah Abang PALI. (ded)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Puluhan Kios dan Ratusan Los Pasar Karang Kobar Banjarnegara Terbakar

Banjarnegara, KoranSN Bencana kebakaran terjadi di salah satu pasar terbesar di wilayah Kecamatan Karang Kobar,m …

error: Content is protected !!