Panduan Isolasi Mandiri untuk Anak-anak dan Keluarga









(Ilustrasi) Seorang anak laki-laki berjalan melewati grafiti di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) di sebuah jalan di Navi Mumbai, India, Jumat (5/3/2021). (Foto/Antara/Reuters)

Jakarta, KoranSN

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menerbitkan panduan isolasi mandiri (isoman) untuk anak-anak dan keluarga yang positif terjangkit COVID-19.

Mengutip dari panduan resmi IDAI pada Kamis, terdapat sejumlah syarat yang harus diperhatikan para orang tua terkait isolasi mandiri anaknya. Pertama, anak yang positif COVID-19 tidak bergejala (asimptomatik), atau bergejala ringan seperti batuk, pilek, demam, diare, muntah, dan ruam-ruam.

Baca Juga :   Sekolah Indonesia raih emas kompetisi sains di Malaysia

Syarat selanjutnya adalah anak aktif dan bisa makan-minum. Orang tua juga harus menerapkan etika batuk kepada anak dan memantau gejala atau keluhan. Lalu, orang tua juga perlu melakukan pemeriksaan suhu tubuh 2 kali sehari (pagi dan malam). Lingkungan rumah/kamar juga disarankan memiliki ventilasi yang baik. HALAMAN SELANJUTNYA>>





Bagikan :

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Perlu Pendekatan Preventif Tingkatkan Perilaku Selamat Pekerja Muda

Jakarta, KoranSN Direktur Bina Pengujian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kementerian Tenaga Kerja Muhammad Idham …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.