Panik OTT KPK, 2 Pejabat Kemenhub Buang ATM dari Penyuap





Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Antonius Tonny Budiono, setelah jadi tahanan KPK. (foto-net/vivanews.com)

Jakarta, KoranSN

Direktur Kepelabuhan dan Pengerukan pada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Mauritz H M Sibarani dan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas V Pulang Pisau, Otto Patriawan, mengaku pernah menerima kartu ATM berisi ratusan juta dari Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adi Putra Kurniawan.

Tetapi keduanya juga kompak mengaku telah membuang kartu ATM pemberian dari Adi Putra Kurniawan itu, karena panik saat mendengar operasi tangkap tangan KPK.

Keduanya mengungkapkan hal itu di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (4/12/2017). Mereka bersaksi untuk Adi Putra Kurniawan yang didakwa menyuap Dirjen Perhubungan Laut, Antonius Tonny Budiono.

Baca Juga :   SIAP-SIAP Kadis, Kepsek Hingga Guru Segera Diperiksa Polda Sumsel

“Saya takut saja. Waktu dengar OTT, baru saya buang,” kata Otto di hadapan majelis hakim.

Dalam persidangan, Otto mengaku membuang kartu ATM ke sungai. Sementara, Mauritz tidak dapat mengingat di mana kartu ATM tersebut dibuangnya.

Pada Juli 2017, menurut Mauritz, Adi Putra menyerahkan kartu ATM Bank Mandiri kepadanya. Menurut Mauritz, Adi Putra mengatakan pemberian Rp 88 juta dalam rekening bank tersebut sebagai bantuan untuk kepindahannya ke Surabaya, Jawa Timur.

Sementara itu, menurut Otto, pada Juni 2016, Adi Putra mendatanginya dan menyerahkan kartu ATM berisi saldo Rp 800 juta. Meski begitu Otto baru menggunakan uang Rp 200 juta dari kartu ATM tersebut.

Baca Juga :   Adaro Bantu 300 Konsentrator Oksigen Bagi RS di Kalimantan dan Sumatra

Dalam persidangan, Mauritz mengaku telah menyerahkan uang Rp 88 juta yang dia terima kepada KPK. Sementara, Otto mengaku sudah menyerahkan uang Rp200 juta yang dia gunakan kepada penyidik KPK. (Viva.co.id)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kelompok Mahasiswa Dilibatkan dalam Persiapan Pelaksanaan PON

Jayapura, KoranSN Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Papua melibatkan 25 kelompok mahasiswa dalam …