Parlemen Selandia Baru Sebut Pelanggaran Hak Uighur Terjadi di China



Sejumlah jurnalis asing memotret gedung perkantoran terpadu milik Pemerintah Kota Turban, Daerah Otonomi Xinjiang, China, Jumat (23/4/2021). Pemerintah China membantah klaim asing berdasarkan citra satelit yang menyebutkan bahwa gedung tersebut merupakan penjara bagi warga dari kelompok etnis minoritas Muslim Uighur.(Foto-Antara)

Wellington, KoranSN

Parlemen Selandia Baru dengan suara bulat menyatakan bahwa pelanggaran berat hak asasi manusia sedang terjadi terhadap warga Uighur di wilayah Xinjiang China.

Semua pihak membahas dan mendukung mosi dari Partai ACT yang lebih kecil di Selandia Baru, tetapi hanya setelah itu mosi direvisi untuk menghilangkan kata “genosida” di dalam teks.

Baca Juga :   PBB: Satu Juta Spesies Hewan, Tanaman, Hadapi Kepunahan

Di parlemen, wakil pemimpin ACT, Brooke van Velden, mengatakan dia harus menyisipkan kalimat “pelanggaran berat hak asasi manusia” untuk mendapatkan persetujuan dari Partai Buruh yang berkuasa, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Jacinda Ardern.

“Hati nurani kami menuntut bahwa jika kami yakin ada genosida, kami harus mengatakannya,” tambah Van Velden, Rabu. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Bagikan :

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Kematian di Rumah Akibat COVID Melonjak di Tengah Gelombang Keempat

Tokyo, KoranSN Delapan belas orang telah meninggal karena penyakit pernapasan COVID-19 di luar rumah sakit …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.