Parpol Harus Koalisi Usung Cabup dan Cawabup Muara Enim



Parpol Harus Koalisi Usung Cabup dan Cawabup Muara Enim
Rapat Pleno penetapan persyaratan pencalonan untuk partai politik atau gabungan partai politik yang berlangsung di aula kantor KPU Kabupaten Muara Enim. (foto-yudi/koransn.com)

 

Muara Enim, KoranSN

Tidak ada satu partai politik (Parpol) di Muara Enim yang dapat mendaftarkan pasangan calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup) sendirian, tanpa berkoalisi dengan Parpol lainnya dalam Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim 2018 mendatang. Mengingat, persyaratan pencalonan bagi Parpol atau gabungan Parpol untuk mengikuti Pilkada paling sedikit memiliki 20 persen dari jumlah kursi di DPRD.

“Adapun hasil pleno kita hari ini, mengacu pada peraturan KPU ketentuan Pasal 5 ayat 1-3 Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota, yang menyebutkan persyaratan pancalonan bagi Parpol atau gabungan Parpol untuk mengikuti Pilkada paling sedikit memiliki 20 persen dari jumlah kursi di DPRD atau 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah Parpol, yang memperoleh kursi di DPRD Kabupaten Muara Enim pada Pemilu terakhir yaitu tahun 2014 lalu,” kata Ketua KPU Muara Enim, Rohani melalui Akhyaudin, dalam rapat pleno penetapan persyaratan pencalonan untuk partai politik atau gabungan partai politik di aula kantor KPU Muara Enim, Senin (25/09/2017).

Baca Juga :   Sumsel Jadi Lumbung Sapi, Herman Deru Diganjar MURI

Hadir dalam acara tersebut, Ketua KPU Muara Enim Rohani bersama keempat anggota lainnya, Akhyaudin SE, Isa Ansori SE M.Si, Noprizah Fahlevi S.Sos,  Eko Suprianto SE, bersama 11 Parpol yang mempunyai kursi di DPRD Muara Enim. Selain itu juga hadir, Kapolres Muara Enim,  Kasat Pol PP, Kadis Kominfo,  Panwaslu Muara Enim, Kadisdukcapil dan Badan Kasbangpol Muara Enim.

Akhyaudin yang membidangi Divisi Teknis mengatakan, dalam sidang pleno tersebut menyepakati persyaratan pencalonan untuk partai politik atau gabungan Parpol pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim di tahun 2018 mendatang.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Muara Enim Nomor: 63/Kpta/KPU-Kab-006.43544/2014 tentang Penetapan Perolehan Suara Sah Partai Politik, Perolehan Kursi Partai Politik dan Calon Anggom DPRD Terpilih Hasil Penetapan dan Pengisian Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Pali Hasil Pemilu Legislatif Tahun 2014 yang berjumlah 45 orang anggota DPRD Muara Enim dari jumlah 11 Parpol.

“Melihat hasil dari Pemilu tersebut, Parpol atau gabungan Parpol menggunakan perhitungan jumlah kursi; 20 persen x 45 kursi yang didapat pada Pileg lalu. Sehingg setiap Parpol yang ingin mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati harus memiliki minimal berjumlah 9 kursi yang duduk di DPRD Muara Enim atau mengunakan Perhitungan Suara Sah 25 persen x 306.063 yang didapat pada Pileg lalu dengan yang harus dimiliki berjumlah 76.515,75 suara, sehingga dibulatkan keatas menjadi 76.616 suara,” ulas Akhyaudin.

Baca Juga :   Sinergritas, TNI Polri di Lahat Olahraga Bersama

Melihat dari hasil pleno KPU tersebut semua Parpol harus melakukan koalisi pada Pilkada Muara Enim, karena jumlah kursi terbanyak dimiliki oleh PDIP dengan jumlah kursi sebanyak 8 orang diikuti oleh Demokrat dan Golkar sebanyak 5 kursi. Kemudian Nasdem, PPP dan PKS sebanyak 4 kursi serta PAN, Hanura, PKB, PBB dan Gerindra sebanyak 3 kursi. (yud)

Publisher : Imam Ndn

Lihat Juga

Wako-Kapolres Tinjau Vaksinasi Anak

Pagaralam, KoranSN Wali Kota Pagaralam, Alpian Maskoni bersama Kapolres AKBP Arif Harsono, meninjau langsung vaksinasi …