Partai Demokrat Resmi Usung Joe Biden sebagai Capres AS





Kandidat presiden dari Partai Demokrat yang juga mantan Wakil Presiden Joe Biden dan calon wakil presiden Senator Kamala Harris tampil di acara kampanye yang merupakan penampilan bersama pertama mereka sejak Biden menunjuk Harris sebagai pasangannya, di Alexis Dupont High School di Wilmington, Delaware, AS. (foto-antaranews)

New York, KoranSN

Partai Demokrat secara resmi mengusung Joe Biden sebagai calon presiden AS dalam pernyataan pada konvensi nasional partai, Selasa (18/8/2020), dengan tokoh partai yang menyebut dia berpengalaman dan berintegritas untuk memulihkan negara.

Malam kedua konvensi bertema “Kepemimpinan Itu Penting” tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Biden akan mengembalikan AS ke situasi normal usai keadaan yang mereka sebut kacau akibat pemerintahan rival, Presiden Donald Trump.

“Di masa seperti sekarang, Kantor Kepresidenan mestinya menjadi pusat komando. Namun, yang terjadi justru pusat badai. Yang ada hanyalah kekacauan. Satu hal yang tak pernah berubah, yakni keteguhannya menyangkal tanggung jawab dan mengalihkan kesalahan,” kata Clinton yang bicara lewat rekaman video.

Pada konvensi selama empat hari yang sebagian besar dilakukan lewat ruang virtual karena pandemi, para delegasi dari seluruh AS memberikan suara mereka untuk mengonfirmasi Biden terpilih sebagai kandidat dari Partai Demokrat.

Baca Juga :   Rusia Akan Perluas Infrastruktur Militer di Kepulauan Kuril

Pemungutan suara dilakukan pada malam pembukaan, Senin (17/8/2020), dengan Demokrat mengajak beberapa orang dari Partai Republik yang pindah haluan mendukung Biden dalam pemilu yang dijadwalkan pada 3 November mendatang.

Acara konvensi akbar itu dimulai dengan menampilkan video pidato dari 17 politisi besar Partai Demokrat, termasuk pula Stacey Abrams yang sempat dipertimbangkan untuk menjadi pendamping politik Biden.

“Amerika menghadapi tiga kali lipat ancaman, yakni bencana kesehatan, kemerosotan ekonomi, serta pandangan rasial dan ketidaksetaraan,” ujar Abrams.

“Karenanya, pilihan sudah jelas, yakni antara seorang pelayan publik berpengalaman yang bisa memimpin kita keluar dari krisis ini sebagaimana yang pernah ia lakukan sebelumnya atau seorang yang hanya tahu caranya menyangkal dan mengalihkan,” kata dia menambahkan.

Sally Yates, mantan pelaksana Jaksa Umum AS yang dipecat Trump karena menolak membela usulan presiden mengenai larangan perjalanan bagi sejumlah negara mayoritas Muslim, menyebut Trump korup.

Baca Juga :   Eropa Setuju Pabrik Merck Produksi Vaksin COVID Johnson & Johnson

“Dari awal mulai Presiden Trump menjabat, dia menggunakan jabatannya untuk keuntungan dirinya sendiri daripada keuntungan negeri ini. Dia juga mencoba menyabotase layanan pos kita agar orang-orang bisa memberikan suara dalam pemilu,” kata Yates.

Biden sendiri dijadwalkan untuk menyampaikan pidato pada hari terakhir konvensi, Kamis (20/8). Sementara wakilnya, Kamala Harris, akan tampil pada acara malam ketiga bersama Barack Obama.

Di pihak seberang, Konvensi Nasional Partai Republik, yang juga digelar secara virtual, akan berlangsung pada pekan depan. Trump direncanakan memberikan pidatonya dari Gedung Putih, meskipun terdapat kritik bahwa ia menggunakan fasilitas jabatan untuk urusan politik. (antara/ima)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Palestina Minta Dunia Setop Pendudukan Israel

Ramallah, KoranSN Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Minggu (17/10/2021) mengatakan bahwa situasi di wilayah-wilayah Palestina …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.