Pasal Hutang Rp 30 Juta Sabil Tembak Kepala Siti





Kapolrestabes Kombes Pol Anom Setyadji saat mengintrograsi para tersangka dalam gelar ungkap sejumlah kasus kriminalitas di Kota Palembang. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisian Unit Pidana Umum (Pidum) dan Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 134 Sat Reskrim Polrestabes Palembang meringkus Asgaburillah alias Sabil (34), warga Jalan Masjid Sukamulia Talang Betutu Kecamatan Sukarami, yang merupakan pelaku pembunuhan yang telah menjadi buronan selama 8 tahun.

Dimana dalam kasus ini, tersangka menembak kepala korban Siti Fauzah (35) di Jalan Wirajaya II Kelurahan Siring Agung Kecamatan IB I, pada 12 Maret 2012 lalu hingga mengakibatkan korban tewas. Adapun motif penembakan korban karena tersangka kesal kepada korban yang belum membayarkan hutang Rp 30 juta.

Baca Juga :   Narkoba Senilai Rp 1,8 Miliar Dimusnahkan

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji melalui Kasat Reskrim, AKBP Nuryono mengatakan, dalam kasus ini korban tewas usai kepalanya ditembak senjata api rakitan oleh tersangka Asgaburillah alias Sabil sebanyak satu kali.

“Adapun motif pembunuhan korban pasal hutang piutang, yang mana saat itu tersangka pada pukul 03.00 WIB dini hari mendatangi rumah korban untuk menagih hutang ke korban. Namun dikarenakan korban belum mampu melunasi hutang tersebut, sehingga membuat tersangka emosi lalu menembak kepala korban menggunakan senjata api rakitan. Akibatnya, korban tewas di lokasi kejadian,” katanya saat menggelar sejumlah ungkap kasus kriminalitas yang berhasil diungkap jajaran Sat Reskrim di Mapolrestabes Palembang. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Baca Juga :   Jual 3.428 Kosmetik Ilegal, Fitri Warga 1 Ilir Diringkus

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Dugaan Korupsi Pupuk PT Pusri Terus Diusut Kejati

Palembang, KoranSN Kejati Sumsel hingga kini masih terus mengusut dugaan kasus korupsi ekspor pupuk non …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.