Pasca Diportal Warga, Perusahaan Tambang Batubara PT BAU Tetap Beroperasi







Warga saat menggelar aksi pemagaran di kawasan Himbe Kemulau PT. Bara Alam Utama (BAU) Lahat, Rabu kemarin (3/10/2018). (foto-robby/koransn.com)

Lahat, KoranSN

Pasca aksi pemagaran (portal) yang dilakukan sekelompok warga Kabupaten Lahat di kawasan Himbe Kemulau PT. Bara Alam Utama (BAU) tidak membuat dampak yang signifikan dengan operasional perusahaan PT BAU. Sebab, Kamis (4/10) PT. BAU tetap melakukan aktivitas seperti biasanya.

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT. BAU, Guntur Susilo mengatakan, setelah pihaknya melakukan koordinasi yang baik dengan pihak warga maka aksi demo yang terjadi, Rabu kemarin (3/10/2018) selesai dalam keadaan kondusif dan aman. Selanjutnya pihak perusahaan tetap beraktivitas seperti semula dan tetap melakukan kegiatan seperti biasa. Dengan demikian tidak ada kendala atau pengaruh dengan adanya aksi demo warga tersebut.

“Semua kegiatan di perusahaan PT. BAU berjalan normal hingga perusahaan tetap melakukan aktivitas seperti biasa, dan kami akan selalu mengakomodir aspirasi dari masyarakat, pastinya kami akan memperhatikan kemauan dari masyarakat sekitar,” katanya kepada Suara Nusantara saat dihubungi melalui telepon.

Masih dikatakan Guntur, jika dirinya berharap agar selanjutnya tidak ada lagi aksi demo, karena akan lebih baik permasalahan diselesaikan dengan musyawarah dan duduk bersama sehingga tercapai mufakat. Apalagi dirinya dan pihak PT BAU akan selalu peduli dengan aspirasi masyarakat.

Baca Juga :   Karang Taruna dan IKM Akan Jalin Kerjasama

Diberitakan sebelumnya, Rabu kemarin (3/9/2018) Guntur Susilo tidak memberikan jawaban saat dihubungi lewat telpon dan Whatsapp terkait aksi warga yang memasang portal di kawasan Himbe Kemulau perusahaan tambang batubara PT. BAU.

Berdasarkan pantauan saat demo terjadi, aksi warga tersebut dilakukan di kawasan Himbe Kemulau di Desa Ulak Pandan Desa Negeri Agung Desa Lebak Budi Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat yang masuk kawasan PT. BAU.

Sebelum melakukan aksi, awalnya massa berkumpul di satu tempat. Kemudian massa langsung menuju PT BAU membawa pengeras suara untuk orasi. Bahkan di lokasi aksi tampak sejumlah pihak kepolisian bersenjata lengkap melakukan pengamanan.

Kasat Sabhara Polres Lahat, AKP Herman saat itu mengatakan, dirinya menghimbau massa aksi agar tidak anarkis atau memaksakan kehendak.

Laksanakan aksi unjukrasa dengan damai, tertib dan menghargai hak orang lain.

“Saya himbau supaya pihak PT juga segera menyelesaikan semua permasalahan yang ada hubunganya dengan kepentingan masyarakat setempat,” tegasnya.

Baca Juga :   Pasca Covid-19, Pemkab OI Mulai Anggarkan Kesejahteraan Masyarakat

Sedangkan Kapolsek Merapi Barat, AKP Herli Setiawan SH MH melalui via whatsapp mengatakan, massa melakukan pemasangan pagar pembatas di area pertambangan, tujuanya untuk menghentikan aktivitas operasional PT. BAU yang lokasinya berada di atas lahan kawasan Himbe Kemulau.

Menurut Kapolsek, dalam aksi tersebut warga menyampaikan aspirasi meminta pertanggungjawaban PT. BAU tentang aktivitas penambangan di atas lahan kawasan Himbe Kemulau yang menurut massa aksi lahan tersebut milik masyarakat yang berada di tiga desa. Sebab, warga menilai jika aktivitas perusahaan tersebut diduga telah merusak lahan.

“Aksi tersebut tidak berlangsung lama, setelah melakukan pemasangan pagar, masyarakat langsung membubarkan diri secara tertib dan damai,” katanya.

Lebih jauh Herli menjelaskan, dalam aksi tersebut sebanyak 40 personil Sabhara Polres Lahat dan pihak kepolisian dari Polsek Merapi Barat melakukan pengamanan.

Masih dikatakan Kapolsek, setelah aksi damai tersebut dilakukan nantinya masyarakat akan menggelar musyawarah untuk mencari mufakat, dan juga akan dilakukan peninjauan ulang.

“Kalau bisa tidak usah demo, lebih baik selesaikan dengan musyawarah dan mufakat,” kata Kapolsek. (rob)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Dukungan Pasangan HD-CU dan Berlian Terus Mengalir

Lahat, KoranSN Calon Wakil Gubernur pasangan H Herman Deru, H Cik Ujang dan calon Wakil …

error: Content is protected !!