Pasifik Bersiap Untuk Pertunjukan Angkasa “Super Blood Moon”









Gerhana bulan tidak selalu diantisipasi dengan hangat sepanjang sejarah. Dalam banyak budaya, gerhana bulan dan matahari dipandang sebagai pertanda malapetaka.

Suku Inca percaya bahwa gerhana bulan terjadi ketika seekor jaguar memakan bulan. Beberapa kelompok Aborigin Australia percaya itu menandakan seseorang dalam perjalanan telah terluka atau terbunuh.

Dalam “King Lear” William Shakespeare memperingatkan, “gerhana matahari dan bulan menandakan tidak baik bagi kita”.

Namun sejauh ini tidak ada konsekuensi apokaliptik yang tercatat dari pertunjukan angkasa ini dan dengan asumsi semuanya berjalan dengan baik pada hari Rabu, Super Blood Moon berikutnya diharapkan berlangsung pada tahun 2033.(Antara/ded)

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Perlu Pendekatan Preventif Tingkatkan Perilaku Selamat Pekerja Muda

Jakarta, KoranSN Direktur Bina Pengujian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kementerian Tenaga Kerja Muhammad Idham …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.