Pasokan Empon-Empon di Boyolali Turun Signifikan Dampak PPKM





Seorang pengusaha empon-empon saat proses produksi di Jalan Raya Nogosari Km 3,5 Desa Rembun, Nogosari, Boyolali, Jateng, Rabu (28/7/2021). (Foto-Antara)

Boyolali, KoranSN

Pengusaha empon-empon atau sering disebut tanaman apotik hidup yang banyak diminati masyarakat sebagai obat menjaga kesehatan tubuh, di Desa Rembun, Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah, mengalami penurunan pasokan yang cukup signifikan pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Masa PPKM diterapkan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah, merupakan salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, berdampak pada perekonomian masyarakat dari berbagai bidang usaha, termasuk salah satu usaha empon-empon,” kata Suwarno (55), salah satu pengusaha empon-empon di desa tersebut, Rabu.

Baca Juga :   TMMD ke-113 di Kepri Diawali Bersih Pantai Hingga Objek Wisata

Suwarno mengatakan produk empon-empon merupakan hasil bumi yang dipercaya oleh masyarakat dapat menjadi obat atau menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Seperti, jahe impor dan lokal, kayu secang, kayu manis, cabe jamu, temulawak, jinten hitam dan lainnnya. HALAMAN SELANJUTNYA>>





Bagikan :

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Tiga Desa di Bangka Dinyatakan Nihil Kasus Stunting

Sungailiat, KoranSN Pemerintah Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan tiga desa dari 11 desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!