PDAM Tutup, Warga Lawang Agung Kesulitan Air Bersih







Ilustrasi (Foto-Net)

Muratara, KoranSN

Masyarakat Kelurahan Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), mulai kesulitan air bersih selama musim kemarau. Sebab, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang beroperasi di wilayah Kecamatan Rupit ditutup.

Jum (54), warga Lawang Agung menuturkan, krisis air bersih di wilayah Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara sebetulnya sudah terjadi sejak 2015 lalu. Awalnya, untuk kebutuhan air bersih di sekitar Kecamatan Rupit di suplai oleh PDAM, namun lantaran pihak pengelola menyalurkan air keruh, berwarna dan berbau yang dituding tidak layak konsumsi. Maka Pemerintah Daerah menutup operasi PDAM tersebut, dan segera melakukan evaluasi dengan melakukan perbaikan di awal 2016.

“Nah, idak tahu lagi sekarang PDAM di Rupit tidak pernah jalan lagi sampai 2017. Padahal sudah dilakukan perbaikan,” tukas Jum, Kamis (17/8/2017).

Untuk saat ini warga di sekitar wilayah Lawang Agung terpaksa mengandalkan penjual air keliling untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga :   Bupati PALI Kembali Terima Pujian dari GM Pertamina

“PDAM idak pernah idup lagi, sungai Rupit sudah mulai kering. Jadi kami beli air untuk minum sehari-hari. Ada yang sering jual keliling pakai drum dan dirigen ke rumah-rumah warga,” ungkapnya.

Warga meminta kepada pemerintah daerah memberikan penjelasan resmi terkait penutupan operasi PDAM Rupit tersebut, sehingga tidak terjadi polemik dan isu simpang siur yang beredar di masyarakat. “Kalau sudah di perbaiki tapi tidak beroperasi artinya ada yang janggal. Kami tidak tahu masalah teknis, tapi yang jelas perbaikan itu memakai uang negara dan mesti dipertanggung jawabkan,” ucapnya.

Masyarakat mengaku sampai saat ini belum ada penjelasan resmi dari pemerintah daerah terkait perbaikan sarana air bersih tersebut. “Harusnya ada penjelasan terhadap warga terlebih lagi yang menjadi konsumen. Padahal daerah kita sangat kurang sarana air bersih,” tukas Jum..

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Permukiman (PU Perkim) yang membawahi bidang sarana air bersih Muratara, Yan Tulak enggan memberikan komentar terkait permasalahan air bersih ini. “Saat ini saya tidak mau komentar, hari ini khusus 17 Agustus saja dulu. Saya tidak mau komentar,” jawabnya singkat.

Baca Juga :   Laskar Semut Ireng Terlihat di Pasar Pangkalan Balai

Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Muratara H Abdulah Matcik mengatakan masalah air bersih sudah ada yang mengurusi yakni PDAM. “Kita upayakan semaksimal mungkin. Air bersih merupakan kebutuhan dasar. Pertama infrastruktur jalan, air bersih, penerangan listrik sekolah dan kesehatan semua akan kita prioritaskan,” ungkap Sekda.

Disinggung mengenai PDAM di Kecamatan Rupit yang tidak berfungsi, dia mengatakan akan mempelajari di mana letak macetnya perbaikan yang sudah dilakukan Pemerintah Daerah. “PDAM Itu dibawah Dinas Perkim, kemarin ada juga peralatan PDAM kita yang hanyut terseret banjir di Karang Dapo, nanti kita akan cek apa kendalanya,” bebernya.

Untuk mengatasi masalah kekeringan, Pemerintah Kabupaten Muratara sudah melakukan beberapa tahap. Seperti memperbanyak pembangunan Pamsimas. “Untuk ke depan, PDAM akan di tingkatkan lagi. Baik untuk jangkauan, pelayanan maupun debitnya,” Pungkasnya. (snd)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Peluncuran Pemilihan Bupati dan Wabup Dihadiri Ribuan Masyarakat Empat Lawang

Empat Lawang, KoranSN Komisi Pemilihan Umum (KPU) Empat Lawang menggelar Peluncuran Pemilihan Bupati dan Wakil …

error: Content is protected !!