Pedagang Pasar Kuto: Bayar Rp 11 Ribu/Hari, Kondisi Pasar Masih Tak Terurus

Suasana Audensi Pemkot Palembang bersama Paguyuban Pedagang Pasar Kuto. (foto/Rika Agustya)
Suasana Audensi Pemkot Palembang bersama Paguyuban Pedagang Pasar Kuto. (foto/Rika Agustya)

Palembang, KoranSN

Kondisi Pasar Kuto yang tidak nyaman karena saluran got yang tersumbat, becek serta adanya bau yang kurang sedap membuat para pedagang mengeluh dan meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang segera membenahi kondisi tersebut.

Hal ini di ungkapkan para pedagang dalam forum audiensi paguyuban pedagang pasar kuto bertempat di Balai Kota Pemkot Palembang, Rabu (3/2/2016).

Seorang pedagang daging, Andi (36) mengaku, iuran pasar setiap hari ditagih kepada pedagang, namun belum ada langkah-langkah perbaikan untuk kondisi pasar tersebut.

“Kami ditagih iuran Rp11 ribu perhari, namun keadaan pasar tetap tak terurus, saluran air tidak jalan sedangkan pembayaran retribusi selalu di bayar setiap harinya,” ungkapnya dalam forum.

Hal yang sama disampaikan seorang pedagang ayam ishak (40), ia bahkan meminta agar Walikota Palembang dapat berkunjung langsung melihat keadaan pasar kuto saat ini.

Baca Juga :   Karhutla Meningkat di OKI, BPBD Upayakan Hujan Buatan

“Kami menginginkan agar sekali-kali Pak Walikota berkunjung ke pasar kuto untuk melihat keadaan pasar sekarang, keadaan pasar yang becek dan kotor serta saluran pembuangan yang buntu, padahal setiap harinya kami membayar iuran, kemana iuran yang selama ini kami bayar kalau keadaan pasar tak kunjung diperbaiki,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PD Pasar Jaya Palembang, Apriadi S Busri menjelaskan mengenai pengelolaan pasar kuto belum berada ditangan PD Pasar Jaya melainkan masih dikelola oleh pihak ketiga PT Ganda Tata Prima (GTP).

“Kami sudah menyampaikan surat kepada dekan hukum Unsri untuk meminta pakar hukum membahas mengenai perjanjian ini,” jelasnya.

Menurutnya para pedagang hanya minta penyelesaian terhadap kondisi pasar yang semerawut dan becek saat ini.

Baca Juga :   Mawardi Yahya: Kualitas Layanan Publik di Sumsel Sudah Terbukti

“Kasihan para pedagang yang mereka harapkan hanya pembenahan pada pasar kuto dan juga PD Pasar bisa kembali mengelolanya,” ujarnya.

Sementara itu ketua Paguyuban pasar kuto, Alex meminta kepada pemkot untuk segera memberikan solusi terhadap permasalahan ini.

“Kami menginginkan pasar kuto dipegang kembali oleh PD Pasar Jaya jika bulan Maret belum ada hasilnya kami akan melakukan aksi demo karena permasalahan ini sudah berlarut-larut dari tahun 2013 dan belum ada penyelesaian hingga saat ini,” tukasnya. (tya)

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Pasien Corona Meninggal di Sumsel Bertambah 3, Sambuh 8 Orang

Palembang, KoranSN Jumlah pasien positif Covid-19 meninggal dunia dan pasien sembuh di Sumsel, Sabtu (11/7/2020) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.