Pedestrian Wisata Palembang Dinilai Tambah Kemacetan



Baru dibangun pedestrian(trotoar) jalan Jenderal Sudirman Palembang dipenuhi dengan barang dagangan. – Foto Ferdinand/koransn

Palembang,koransn.com
Adanya pedestrian atau trotoar wisata di sepanjang Jalan Sudirman tentu saja menambah semaraknya Kota Palembang, terutama pada malam hari. Namun, hal ini juga memunculkan keluhan sebagian masyarakat terkait bertambahnya kemacetan di kawasan tersebut dikarenakan banyaknya sejumlah kendaraan parkir di pinggiran jalan yang pengemudinya turun untuk berfoto di lokasi.

Bahkan dari pantauan, kemacetan di kawasan pedestrian tersebut sebelumnya juga terjadi saat adanya pertunjukkan hiburan yang ditampilkan di lokasi pada malam sabtu dan malam minggu lalu.”Iyo, kalau malam kito lewat sano tu, macet nian. Soalnya kan banyak pengunjung yang datang ke even tersebut parkir di pinggir jalan, belum lagi kendaraan yang berhenti hanya untuk melihat-lihat pementasan di sana,” ungkap Ikral, salah satu mahasiswa universitas yang ada di Palembang, kemarin.

Senada diungkapkan pengendara lainnya, Rama. Warga yang tinggal di Plaju ini mengatakan, petugas yang berjaga di kawasan tersebut harusnya mengatur tempat parkir kendaraan agar lebih tertib sehingga tidak menimbulkan kemacetan. “Kalau sekitar jam 07.00 WIB malam atau jam 08.00 WIB malam itu kan masih jam padat kendaraan, apolagi yang nak lewat menuju arah Ampera, semestinya petugas yang ada disini lebih memperhatikan letak atau tempat parkir agar tidak mengganggu pengendara lain yang lewat sini,” tuturnya.

Terkait hal ini, Pengamat lalu lintas Kota Palembang, Syaidina Ali menuturkan, adanya kemacetan yang dikeluhkan masyarakat ini disebabkan karena kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.”Sosialisasi di sini itu kurang. Setiap perencanaan dan pembangunan itu harus disosialisasikan kepada masyarakat, sampaikan kepada masyarakat, ini loh alasan kenapa dipasang ini, apa sebabnya. Jadi masyarakat perlu penjelasan. Masyarakat itu paling enak di ajak komunikasi, paling patuh apalagi masyarakat Palembang. Sosialisasikan, informasikan, maksud dan tujuan adanya tempat ini apa, begitu seharusnya,” terangnya.

Baca Juga :   Pangdam Vidcon dengan Kasad Evaluasi Pelaksanaan PSBB

Menurutnya, tujuan dan ide pemikiran tentang adanya pedestrian ini sudah bagus dengan menambah wawasan dan semaraknya Kota Palembang. Namun, dari pengamatan haruslah diingat, dimana kepentingan orang lain dalam hal ini jangan sampai terganggu. Itu yang harus diminimalkan.”Dengan maksud tujuan yang baik itu, belum tentu baik untuk semua. Baik itu kontribusi, siapa yang berpartisipasi, dampaknya, antsipasinya, jelaskan kepada masyarakat yang belum paham. Nah, kalau yang saya lihat disini, main pasang saja tidak ada sosialisasi,” jelasnya.Ia menambahkan, kebijakan dalam pembangunan harus mempunyai manfaat untuk masyarakat banyak. Hal ini bisa dilakukan dengan komunikasi langsung ke masyarakatnya, misalnya melalui komunitas.

“Kalau tidak bermanfaat atau menimbulkan kemaslahatan ngapain dibangun, mubazir. Kalau mubazir berarti pelaksanakan perencanaan pembangunan itu gagal, kalau gagal siapa yang akan bertanggungjawab, bakal ada dana yang terbuang sia-sia. Supaya tidak sia-sia, harus mendekati masyarakat misalnya yang berjualan di lokasi tersebut haruslah masyarakat, rangkul komunitas PKL. Begitu juga dengan rambu-rambu lalu lintas di sana, pasang rambu yang menjelaskan tentang adanya even dan lain-lain, jadi jalur dialihkan dengan bekerjasama dengan instansi terkait tentunya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani mengakui kemacetan atau gangguan yang dikeluhkan masyarakat, terutama saat softlanching pada 22 Maret lalu. Dimana, penutupan itu dilakukan karena memang jalur tersebut setiap malam ditutup karena adanya proyek LRT.”Kita berani tutup karena memang jalan itu biasanya ditutup karena proyek LRT dan saya rasa itu bukan menjadi alasan gangguan tapi mungkin yang parkir di pinggir jalan saat softlaunching waktu itu pengunjungnya membludak sehingga menimbulkan kemacetan. Tapi kedepan, tidak akan kita tutup lagi untuk setiap malam sabtu dan minggunya,” terangnya.

Baca Juga :   Pasutri Buka Layanan Threesome, 2 Jam Rp 1 Juta

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan rapat evaluasi dalam hal ini. Dimana pementasan para seniman hanya akan dilakukan di malam minggu saja. Sedangkan, wisata kuliner akan tetap dihadirkan pada malam sabtu dan minggu.”Kuliner ada di sepanjang Jalan Letnan Sayuti, jika kedepan banyak yang berminat akan kita buka lagi di Jalan Abdul Roni,” imbuhnya.

Sementara dalam mengantisipasi kemacetan nanti, pihaknya akan menyiagakan petugas untuk berjaga.”Antsispasi petugas untuk mengatasi kemacetan. Kan, kalo malam sudah agak sepi, jam 07.00 WIB malam hingga jam 09.00 WIB malam. Nah untuk parkir, kita serahkan ke Dishub untuk bisa mengaturnya, bukan hanya di Jalan Sudirman tapi juga di Jalan Letkol Iskandar dan juga Atmo,” tandasnya. (tya)

Publisher : Alwin

Lihat Juga

Ribuan Ikan Patin Dilepas di Sungai Musi

Palembang, KoranSN Upaya menjaga ekosistem sungai agar terawat habitatnya, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, Kamis …