Pegawai BNI Terdakwa Dugaan Korupsi Sewa Gerai ATM Rugikan Negara Rp 8,9 Miliar Dituntut 10 Tahun Penjara





Tim JPU Kejati Sumsel saat membacakan tuntutan. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Rabu (21/9/2022) menuntut Dedy Chandra Asisten Administrasi Logistik BNI Cabang Palembang, terdakwa dugaan korupsi sewa tempat gerai ATM BNI yang merugikan negara Rp 8,9 miliar lebih atau Rp 8.984.600.000, dengan tuntutan pidana 10 tahun penjara.

Hal tersebut terungkap dalam sidang pembacaan tuntutan terdakwa Dedy Chandra di Pengadilan Tipikor Palembang, yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Mangapul Manalu SH MH.

Baca Juga :   Kejati Sita Dokumen Dana Hibah dari DPRD Sumsel

JPU Kejati Sumsel Azwar Hamid SH MH didampingi Suhartono SH MH saat membacakan tuntutan dalam persidangan menegaskan, dalam perkara tersebut perbuatan terdakwa terbukti secara sah melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Dengan ini menuntut agar Majelis Hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa Dedy Chandra dengan pidana 10 tahun penjara,” tegas JPU.

Masih dikatakan JPU Kejati Sumsel, terdakwa Dedy Chandra juga dituntut pidana hukuman denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Baca Juga :   Giliran Wakil Ketua DPRD Banyuasin Diperiksa KPK





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kejari Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Bantuan Kelompok Tani di OKU Selatan

Palembang, KoranSN Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Senin (26/9/2022) menetapkan tersangka dugaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!