Pekerja PTPN VII Unit Beka Tuntut Gaji Bulan April







Tampak sejumlah pegawai yang mogok kerja. (foto-siryanto/korasn.com)

Banyuasin, KoranSN

Akibat pembayaran gaji bulan April molor, sekitar 50 pekerja pemanen melakukan mogok kerja di depan jalan poros Walisongo Desa Bukit Kecamatan Betung, tepatnya di perkebunan PTPN 7 Unit Betung Krawo (Beka), Kamis (31/52017) sekitar pukul 08.00 wib. Selain itu, pekerja meminta THR dibayarkan.

Aksi yang mereka gelar tersebut mewakili 200 pekerja pemanen PT Jiorindo Mardongan Jaya (JMJ) sub kontraktor PTPN VII Beka sebagai tenaga borongan panen diareal perkebunan milik PTPN 7 Unit Beka.

Salah seorang pekerja inisial Ar dalam orasinya mendesak pihak Pt. JMJ segera membayangkan gaji bulan April dan Mei 2017. “Jika sampai hari ini pihak perusahaan tidak membayar hak pekerja kami terus tetap melakukan aksi mogok dengan massa yang lebih banyak lagi,” ujar Ar.

Pekerja menuntut jika sampai akhir bulan ini pihak Pt. JMJ masih belum membayar gaji, maka besok seluruh pekerja pemanen yang berjumlah 200 orang akan menggelar aksi mogok kerja massal.

Setelah menggelar orasi, akhirnya Manager PTPN VII Unit Beka, Hidayat menemui pendemo menenangkan suasana pendemo bahwa dana gaji para pekerja borong panen telah didroping dari kantor dereksi PTPN VII di Bandar Lampung.

Baca Juga :   Road To Porprov 2019, Pemkab Muba Gelar Turnamen

“Dengan mogoknya pekerja borong panen tersebut berdampak pada usaha produksi tidak mencapai target produksi bulan ini, maka pihak kami yang dirugikan,” ungkap Hidayat.

Dikatakan Hidayat, dana untuk gaji para pekerja borong panen itu telah didroping ke pihak Pt. JMJ selaku pemenang tender yang bertanggungjawab masalah pembayaran gaji pekerjanya dan dampak lain jika pihak Pt. JMJ memperlambat pembayaranya berpengaruh pada pencapaian Terget produksi diunit usaha yang dipimpinnya.

Masih kata Hidayat, dirinya juga sudah meminta penjelasan dari Dirut Pt. JMJ melalui Barita Sijabat sebagai perwakilanya di Banyuasin dan dikatakan bahwa untuk pekerja borong panen hari ini gajinya dibayarkan. Lebih jauh Hidayat mengatakan, bagi pekerja borong panen yang baru bekerja satu bulan lebih di Pt. JMJ itu masalah THR pihaknya masih yang membayarnya dan namanya bukan THR tetapi dana taliasih.

Baca Juga :   Polres Banyuasin Gelar Upacara Kesadaran Nasional

Sementara kuasa Direktur Pt. JMJ di Banyuasin Berita Sijabat saat dikonfirmasi via ponsel mengatakan dirinya masih menunggu droping dana dari pusat di Bank, jika dana droping tersebut sudah ada, uang gaji pekerja borong panen langsung dibayarkan.

Barita Sijabat mengakui bahwa gaji pekerja borong panen tersebut memang belum dibayarkan dan hari ini dananya baru akan dicairkan dari Bank dan hari ini juga gaji bagi 200 pekerja lebih kiranya bisa langsung dibayarkan, tapi hanya untuk gaji bulan April dulu.

“Yang belum dibayarkan itu gaji pekerja borong panen ada sekitar 200 orang dan bagi pekerja outsourching gajinya sudah dibayarkan semua,” jelas Berita Sijabat.

Kalau masalah uang tunjangan hari raya (THR) kata Barita Sijabat, bagi pekerja outsourching tetap dibayarkan, karena sudah dianggarkan, namun kalau untuk pekerja borong panen, karena baru satu bulan setengah, maka pihak koperasi yang membayar taliasih alias THR tersebut. (sir)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Pastikan Layanan Paspor Berjalan Baik, Divisi Keimigrasian Kemenkumham Sumsel Tinjau Kanim Muara Enim

Muara Enim, KoranSN Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Muhamad Novyandri dan anggota tim melakukan …

error: Content is protected !!