Pelaku Begal di Empat Lawang yang Meresahkan Warga



Ilustrasi. (foto-net)

MARAKNYA aksi begal (perampok) di Kabupaten Empat Lawang membuat tidak sedikit masyarakat takut akan bepergian sendiri dengan menggunakan kendaraan sepeda motor, apa lagi malam hari. Sebab aksi begal di Empat Lawang tidak bisa dipastikan tempatnya, akan tetapi setiap daerah atau kecamatan ada aksi kejahatan ini.

Warga mengeluhkan dan kecewa atas lemahnya penegakan hukum oleh kepolisian dan rendahnya putusan hakim. Sehingga, warga terpaksa menghakimi pelaku begal jika tertangkap oleh masyarakat, setelah takberdaya lagi, barulah pelakunya diserahkan ke pihak kepolisian.

Penghakiman massa terhadap pelaku kejahatan jalanan memang sering terjadi, baik dengan membakar pelaku dan kendaraannya maupun sampai menganiaya. Kemarahan warga lantaran sudah muak serta sakit hati atas ulah para begal, yang tidak segan-segan melukai korbannya.

Bahkan di Empat Lawang ada tangan korban yang putus karena sebatan senjata tajam pelaku, bukan hanya itu pelaku begal juga tidak segan-segan menghabisi nyawa korbannya.

Meskipun demikian, memang banyak sudah yang dilakuakan pihak kepolisian mulai dari mendirikan pos polisi yang danggap tempat rawan pembegalan, melakukan sosilasi kemasyarakat dan lainnya. Akan tetapi itu semua tidak dihiraukan oleh para pelaku begal.

Baca Juga :   Selamat Datang Pilkada Palembang 2018

Apalagi banyak pelaku begal yang telah tertangkap dan tidak sedikit mendapatkan hadiah timah panas, akan tetapi itu semua juga tidak menjadi efek jera bagi pelaku begal yang lain. Miris nya lagi, pelaku yang telah menjalani hukuman kembali berulah saat keluar dari penjara.

Bahkan ada juga pelaku dibawah umur. Hal tersebut diketahui setelah tersangka ditangkap oleh Team Elang Sat Reskirim Polres Empat Lawang. Para pelaku begal nekat melakukan aksi begal hanya untuk membeli minum-minuman keras dan narkoba.

Terkait hal ini, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang menanggapi serius untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Bahkan bupati mengundang aparat penegak hukum.

“Masalah kejahatan ini persoalan serius, dan tentu sangat memukul kinerja Pemerintah Empat Lawang yang telah bersusah payah mengharumkan nama Kabupaten Empat Lawang di hadapan masyarakat, harus tercoreng oleh ulah oknum masyarakat yang mencari jalan pintas untuk urusan ekonomi,” ungkap bupati saat memimpin rapat bersama Polres, Polsek, TNI, serta camat se-Empat Lawang.

Baca Juga :   Sudah Macet, Parkir Tak Tersedia!

Disampaikannya, usaha yang terus digenjot pemerintah untuk membangun infrastruktur pembangunan, pertanian, pendidikan, dan sebagainya, terasa percuma bila kejahatan masih kerap terjadi di Empat Lawang. Ini harus dicarikan penyebabnya, faktornya dan apa gerangan yang bisa memberantas hal ini.

“Maklum, daerah kita juga memiliki sepanjang Jalan Lintas Sumatera, jadi kita tidak tahu persis siapa pelaku kejahatan belakangan terakhir. Namun, tetap yang Pemerintah Empat Lawang inginkan, bahwa kabupaten kita tercinta ini harus aman. Jadi harus kita carikan solusi bersama,” katanya.

Kemudian, bupati tak akan segan-segan meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengambil langkah tegas bagi para pelaku kejahatan.

Sebab nama harum kabupaten telah ternoda oleh perbuatan pelaku kejahatan di Empat Lawang.

Dalam Protap dan SOP pihak kepolisian memang dibenarkan melakukan tembak di tempat bagi pelaku kejahatan yang mengancam jiwa masyarakat atau petugas. Polisi, jaksa dan hakim juga diharapkan lebih tegas serta keras lagi dalam memproses dan menjatuhkan hukuman kepada pelaku begal yang kini sangat meresahkan. (Fahlevi)



Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kapal Pengangkut Batubara Tabrak Plaza Dermaga 7 Ulu

Palembang, KoranSN Sebuah kapal tongkang pengangkut batubara menabrak Plaza Dermaga 7 Ulu, Kota Palembang, menyebabkan …

error: Content is protected !!