Pelaku Fesyen Muslim Indonesia Alihkan Fokus ke Online



“Dengan begitu, para pemilik brand bisa menggunakan waktunya untuk perencanaan strategis dan inovasi bisnis mereka,” tambah Brian Marshal.

Potensi pertumbuhan di bidang busana muslim masih terbuka lebar, terutama karena konsumsi busana muslim secara global diperkirakan akan mencapai nilai 402 miliar dolar AS pada 2024.

Di Indonesia, lonjakan permintaan terhadap busana muslim terlihat signifikan pada momen Ramadhan dan Lebaran. Pada tahun 2019, misalnya, laporan Tokopedia dan iPrice menyebutkan bahwa produk kaftan mencatatkan pertumbuhan tujuh kali lipat dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Baca Juga :   Bicara Seni Bersama Seniman Muda Malaysia, Mulaika Nordin

Pada tahun 2020, pencarian untuk kategori fesyen di Google mulai naik di minggu pertama Ramadhan dan mencapai puncaknya di pertengahan minggu ketiga.

Belanja online bukanlah tren sesaat yang akan memudar setelah pandemi berakhir. Hingga saat ini, 197 juta penduduk Indonesia sudah terhubung dengan internet dan 93 persen pengguna internet baru mengaku akan terus mengandalkan kemudahan bertransaksi online hingga jangka panjang. (Antara/ded)

 

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Zafira: Luncurkan Lagu Anak-anak di Masa Pandemi

MINIMNYA lagu anak-anak yang dinyanyikan anak, sepertinya mendapat asupan baru. Zafira Najwa, seorang penyanyi cilik, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.