Pelepasan Kawasan Hutan di Kalteng Jadi Kendala Realisasi Plasma

Ilustrasi – Kawasan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. (Foto-Antara)

Palangka Raya, KoranSN

Wakil Ketua Komisi II bidang Sumber Daya Alam (SDA) dan Perekonomian DPRD Kalimantan Tengah Sudarsono menilai, sulitnya melakukan pelepasan kawasan hutan, menjadi kendala merealisasikan plasma dari perusahaan besar swasta yang beroperasi di provinsi ini kepada masyarakat sekitar.

Ditambah lagi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalteng yang sampai saat tak kunjung belum tuntas, semakin membuat realisasi plasma mengalami kendala, kata Sudarsono di Palangka Raya, Rabu (23/3/2022).

Baca Juga :   Pemprov Kepri Harap Kurva COVID-19 Landai Agar Pilkades Tak Tertunda

“Alhasil, masalah realisasi plasma ini sering menjadi keluhan dari masyarakat yang kami terima saat melakukan reses ataupun kunjungan ke daerah pemilihan,” ujarnya.

Dia pun mencontohkan aspirasi dari masyarakat di Desa Paring Raya, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, terkait realisasi plasma dari salah satu PBS perkebunan. Di mana, masyarakat di desa tersebut sudah hampir 12 tahun memperjuangkan plasma seluas 1.500 hektare, namun sampai sekarang ini baru sekitar 287 hektare. HALAMAN SELANJUTNYA>>



Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Mendes Dorong BUMDes Berorientasi Ekspor Guna Menguatkan Ekonomi Desa

Jakarta, KoranSN Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mendorong …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!