Peloroti Celana, Oknum Polisi Dihajar Warga

DIAMANKAN- Oknum anggota kepolisian berinisial 'BD' (mengenakan topi), saat diamankan aparat kepolisian Polsek Sukarami.

Palembang, SN
Oknum aparat kepolisian berinisial ‘BD’ yang kesehariannya bertugas di Polsek Talang Kelapa Banyuasin, Minggu (2/8) dihajar warga hingga babak belur lantaran bersikap tak senonoh kepada dua warga perempuan, saat berada di kawasan Jalan Adi Sucipto Kelurahan Sukodadi Kecamatan Sukarami Palembang.

Diamakan ‘BD’ berawal saat ‘BD’ yang mengenakan baju kaos dan celana jenis kolor ini, melorotkan celananya di depan Ajeng (19), dan Siti Rohani (28), warga Jalan Harun Sohar Lorong Santoso RT 32 RW 06 Kelurahan Sukodadi Kecamatan Sukarami, yang saat kejadian keduanya tengah melintasi lokasi.

Karena takut melihat aksi ‘BD’, kemudian Ajeng dan Siti melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT 32 Mustakim (36). Lokasi kejadian yang tak berjauhan dengan kediaman para korban sehingga warga beramai-ramai mendatangi lokasi. Disaat bersamaan ‘BD’ ternyata masih berada di lokasi kejadian hingga ‘BD’ diamankan warga.

Hal mengejutkan terjadi saat Enda (34), yang taklain istri dari ketua RT Mustakim dan Evi Srirezki (28), warga setempat mengungkapkan jika ‘BD’ diduga pelaku begal sepeda motor yang pernah dialami Enda dan Evi beberapa waktu yang lalu.

Bahkan Enda mengaku, pernah ditembak oleh ‘BD’ di bagian pahanya sedangkan Evi mengaku, pernah terluka bacok ditangannya oleh ‘BD’ saat ‘BD’ melakukan aksi begal sepeda motor.

Mendengar pernyataan kedua korban membuat warga emosi hingga ‘BD’ menjadi amukan warga yang geram karena ulahnya.     Beruntung aparat kepolisian Polsek Sukarami tiba dilokasi hingga ‘BD’ diamankan dan dibawa ke Polsek Sumarami untuk pemeriksaan lebihlanjut.

Baca Juga :   5 Hektare Lahan di Kawasan Tol Palindra Terbakar

Ditemui di Polsek Sukarami, Ajeng dan Siti Rohani mengungkapkan, saat kejadian ia berdua baru saja pulang dari pasar. Saat menuju ke rumah melintasi lokasi, tiba-tiba ‘BD’ menghadang kedua korban sambil melorotkan celana yang dikenakan ‘BD’.

“Tidak tahu apa maksudnya, dia (BD) langsung melorotkan celananya. Setelah diamankan warga, diketahui jika orang itu (BD) diduga pernah membegal Enda dan Evi Srirezki. Hingga warga emosi dan menghajarnya,” katanya.

Sementara Enda mengungkapkan, ia masih mengenali wajah ‘BD’ yang pernah menembak pahanya saat ‘BD’ melakukan aksi begal merampas sepeda motor Yamaha X Ride miliknya. “Motornya berhasil kami selamatkan, karena saat kejadian suami saya (Mustakim) melakukan perlawanan hingga dia (BD), menembak kaki paha kiri saya tembus ke paha kanan. Saya ingat dengan wajahnya. Saat itu ‘BD’ berdua dengan pelaku lainnya berbadan gemuk dan besar,” ungkapnya.

Sedangkan Evi Srirezki menambahkan, wajah ‘BD’ dikenalnya saat ia menjadi korban begal pada akhir Desember 2014 lalu. Ketika itu, ia bersama anaknya M Nasrulah (3), mengendarai sepeda motor Honda Beat merah BG 4247 AAE usai menagih uang kreditan eloktronik.

“Tepat ditikungan Lorong Seni Bandara Lama, tiba-tiba motor saya ditabrak dari belakang. Saya hafal wajahnya, dialah orangnya (BD). Saat itu, dia berdua sama rekannya berbadan besar dan tegap. Keduanya merampas motor saya serta uang tagihan kreditan senilai Rp 12 juta. Karena saat itu saya melakukan perlawanan ‘BD’ membacok tangan sebelah kiri saya, saya ingat dan tak akan pernah lupa dengan wajahnya,” paparnya.

Baca Juga :   Tim Gabungan Terus Cari Pendaki yang Hilang di Gunung Dempo

Kapolsek Talang Kelapa Kompol Rocky Marpaung yang usai kejadian datang ke Mapolsek Sukarami enggan bekomentar terkait diamankannya ‘BD’. Ia hanya mengatakan, kasus dugaan ini masih dalam penyelidikan. “Masih diproses dan saya tidak memberikan setetmen. Tanya ke humas saja,” ucapnya singkat.

Ditempat terpisah Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova membenarkan, aparat kepolisian Polsek Sukarami kini telah mengamankan ‘BD’. “Sudah diamankan di Polsek Sukarami, saat ini masih proses sidik,” katanya saat dikonfirmasi.

Kapolsek Sukarami Kompol Nurhadiyansyah membenarkan jika ‘BD’ merupakan oknum anggota kepolisian Polsek Talang Kelapa. Namun untuk aksi dugaan begal yang diduga dilakukan ‘BD’ masih dalam proses penyelidikan untuk mengetahui kebenarannya.

“Awalnya ‘BD’ diamankan warga karena telah melakukan perbuatan yang tidak senonoh. Setelah diamankan warga, ternyata ada dua warga yang mengaku menjadi korban begal ‘BD’. Namun, untuk kebenarannya masih kita selidiki. Untuk saat ini ‘BD’ kita jerat dengan Pasal 281 KUHP untuk kasus dugaan pidana ketidaksopanan di muka umum, sedangkan untuk kasus dugaan begalnya masih kita dalami,” pungkasnya. (ded)



Publisher : Ferdin Ferdin

Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

JPU Tuntut Tiga Terdakwa Pidana Pemilu Enam Bulan Penjara

Aceh, KoranSN Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bireuen, Provinsi Aceh menuntut tiga terdakwa tindak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!