Pemasangan Jargas di PALI Disoal Warga, DPRD Akan Panggil PT PMU

Tampak seorang bocah ketika menunjukkan galian Jargas yang seperti sumur kecil. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

DPRD Kabupaten PALI mengaku geram terhadap pemasangan line pipa jaringan gas (Jargas) kota di Bumi Serepat Serasan. Pasalnya, banyak warga yang mengeluhkan galian pemasangan line pipa jargas sangat membahayakan keselamatan warga. Untuk itu pihaknya akan segera memanggil PT Puncak Mas Utama (PMU) dalam waktu dekat.

“Kita akan segera panggil manajemen PT PMU terkait keluhan warga tersebut. PT PMU harus profesional dalam pengerjaan itu. Besok akan kita undang PT PMI untuk menjelaskan hal itu. Yang jelas, kita akah kasih perhatian khusus terhadap keluhan warga tersebut,” tegas Ketua DPRD PALI, Drs. H. Soemarjono saat ditemui SN usai menggelar reses anggota DPRD PALI di gedung serbaguna kecamatan Talang Ubi, Senin (11/12/2017).

Sebelumnya diberitakan bahwa pemasangan line pipa jargas di PALI, tepatnya yang berada di Rt 16 RW 5 Gang Masjid kelurahan Talang ubi Timur kecamatan Talang ubi disoal warga. Karena, selain bekas galian yang belum ditutup, juga tidak ada pengamanan berupa tali pembatas terhadap galian tersebut. Akibatnya, lubang dengan kedalaman sekitar 1,5 meter itu menganga.

Baca Juga :   Sabtu-Minggu Layani Perekaman KTP Elektronik

Kondisi inipun diperparah ketika hujan datang. Tanah galian yang menjadi licin, kemudian juga bekas galian tadi menjadi seperti sumur kecil di depan-depan rumah warga.

“Kata petugas yang masang jargas kemarin, besok langsung diperbaiki galian ini. Tapi, ini sudah hampir dua minggu dibiarkan seperti ini. Yang kami khawatirkan, banyak anak-anak bermain di depan rumah kami. Kalau sampai terjatuh, kan jadi bahaya. Kami minta pihak terkait segera tutup bekas galian ini,” ujar Leni warga Gang Masjid.

Sementara itu, Romi Suryadi ketua RW 5 mengatakan bahwa PT PMU seperti asal-asalan saja dalam mengerjakan pemasangan jargas.

“Koordinasi dengan pemerintah setempat saja tidak pernah, langsung gali-gali saja pekerjanya, tanpa memikirkan kenyamanan dan keselamatan warga. Seperti ini kan sangat tidak profesional dan asal-asalan kerjaannya.” ungkap Romi Suryadi.

Selain itu, Romi juga meminta kepada Wakil rakyat dan Pemerintah melakukan cross cek langsung kelapangan, mengingat pekerjaan ini sangat teledor dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Kami selaku pemerintah setempat, meminta kepada DPRD dan Pemerintah untuk melihat langsung kondisi dilapangan. Karena ini selain mengganggu ketertiban umum juga berbahaya bagi masyarakat yang berlalu-lalang. Karena jalan disini menjadi licin dan sulit digunakan.” pintanya.

Baca Juga :   Jalan Simpang Raja-Sinar Dewa Kembali Rusak

Terkait hal itu, pihak yang mengerjakan pemasangan line Jargas, dalam hal ini Humas PT Puncak Mas Utama (PMU), Verry, mengakui jika memang ada sejumlah galian Jargas yang dibiarkan terbuka. Karena menurut pihaknya, hal itu dilakukan untuk mendeteksi adanya kebocoran pada sambungan line Jargas.

“Prosesnyakan pemasangan segel dan pasang metring, lalu kita tutup dan kita semen pada galiannya. Kalau sekarang memang belum kita tutup, agar mempermudah dalam melakukan pengecekan jika terjadi kebocoran pada sambungan,” ungkap Verry, ketika dihubungi via telpon.

Sedangkan terkait tanah galian Jargas yang menutupi jalan lorong di RT 16 RW 5, Gang Masjid, Kelurahan Talang Ubi Timur, dirinya mengaku belum tahu, dan akan meninjaunya ke lokasi.

“Kami (PT PMU) belum tahu kalau ada tanah galian yang menutupi jalan atau gang umum, nanti kita akan lihat kelapangan,” tandasnya. (ans)



Publisher : Imam Ndn

Lihat Juga

Kemenkumham Sumsel Verifikasi Kepuasan Pelayanan di Lapas Lubuklinggau

Lubuklinggau, KoranSN Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera …

error: Content is protected !!