Pembangunan Ampera Park Dikebut

Harrey Hadi. (foto-dok/reigan/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pembangunan wahana bermain Ampera Park yang diperuntukan untuk komunitas skate bord Kota Palembang saat ini sedang dikebut. Sebagaimana diketahui, meski peletakkan batu pertama oleh Walikota Palembang, Harnojoyo dilakukan pada Juni lalu, namun pengerjaannya baru dilakukan pada akhir bulan Oktober.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palembang, Harrey Hadi mengatakan, pembangunan Ampera Park ini sebenarnya melenceng dari rencana awal. Dikarenakan, seharusnya akhir tahun 2017 ini bisa langsung digunakan. Namun, lantaran berbagai hal, jadi pengerjaannya baru dimulai beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pembangunan diatas lahan 3000 meter persegi ini, selain akan dibangun wahana Ampera Park juga akan dibangun taman. Hal ini dilakukan agar lebih menata kawasan di sekitaran Jembatan Ampera.

“Insya Allah, kita menargetkan bulan Januari selesai. Jadi, februari bisa langsung digunakan. Namun, saat ini kita hanya mengerjakan wahana Ampera Park nya terlebih dahulu. Kalau untuk taman, setelah pembangunan tersebut selesai,” ungkapnya, Minggu (5/11/2017).

Dikatakannya, untuk struktur bangunan yang lebih rinci, sementara ini dirinya belum mengetahui secara detail. Lantaran, Detail Engineering Design (DED) masih berada di PDAM Tirta Musi.

Baca Juga :   Rekayasa Arus Lalu Lintas Masih Wacana

“Pembangunan Ampera Park ini kan menggunakan dana CSR dari PDAM. Jadi, mereka mengkaji terlebih dahulu, berapa dana yang akan digunakan,” jelasnya.

Ia melanjutkan, yang jelas pembngaunan ini diusahakan secepatnya selesai, lantaran, kedepan dirasa akan bermanfaat juga bagi keindahan, selain dimanfaatkan untuj tempat berkumpul.

“Teknis pengerjaan kita serahkan sepenuhnya pada pihak ketiga,” tuntasnya. (rgn)



Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kemenkumham Sumsel Kampanyekan Pembangunan Zona Integritas

Palembang, KoranSN Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkumham Sumsel, Rahmi Widhiyanti yang mewakili Kakanwil Kemenkumham Sumsel …

error: Content is protected !!