Pembangunan Ramp LRT Jadi Kendala Besar

Tampak progres pembangunan rangka atap stasiun LRT Ampera. (Foto-Ferdinand/Koransn)

Palembang, KoranSN

Sampai saat ini pembangunan Light Rail Transit (LRT) masih menyisakan kendala yang besar, salah satunya pembangunan ramp atau jalur naik-turunnya penumpang ke stasiun. Demikian diungkapkan Konsultan LRT Palembang SMEC Internasional asal Australia, James Wijaya, kemarin.

Dijelaskannya, permasalahan ini terjadi dikarenakan pembangunan ramp tersebut harus tidak mengganggu kondisi di sekitar seperti utilitas serta menghindari pembebasan lahan. Sedangkan, ada beberapa stasiun yang saat ini berdekatan dengan bangunan dan lain sebagainya.

“Karena itu kami harus mencari lokasi yang tepat untuk membangun ramp tersebut,” katanya.

Diterangkannya, ada lima stasiun yang saat ini bermasalah, namun dirinya enggan membeberkan stasiun tersebut. “Untuk desain ramp stasiun ini belum dilakukan. Nantilah,” terangnya.

James menambahkan, untuk progres pembangunan LRT sudah mencapai sekitar 40 persen dimana pengerjaan dilakukan di beberapa tempat seperti di Sungai Musi, Stasiun Dipo dan beberapa pemasangan lainnya. Untuk pembangunan di Sungai Musi sendiri saat ini sudah dipasang dua tiang dari total empat tiang.

Baca Juga :   Gubernur HD Perintahkan Segera Tanggulangi Asap

“Nantinya akan ada sistem buka tutup untuk lalu lintas perairan. Mungkin bulan Mei mendatang diberlakukan,” jelasnya.

Sedangkan untuk pembangunan Stasiun Dipo sendiri, sambung James, saat ini masih dalam proses penimbunan dengan menggunakan sistem vakum. Sistem ini sendiri untuk mengurangi volume air di lokasi tersebut, mengingat lahan rawa.

“Mungkin untuk penimbunan ini akan memakai waktu sampai Mei, setelah itu baru masuk pembangunan fisik,” ujarnya.

Dirinya juga mengakui dengan penimbunan lahan di Dipo sendiri berdampak pada banjirnya lokasi sekitar. Namun, dirinya mengatakan, memang dalam setiap pembangunan ada dampaknya, tetapi nantinya setelah selesai pembangunan akan diperbaiki lagi.

“Tentunya nanti akan dibuatkan saluran air sehingga dapat mencegah terjadinya banjir. Selain itu, nantinya jalan juga diperbaiki,” singkatnya.

Sebelumnya, Sekretaris Proyek Manager Umum (PMU) LRT Sumsel, Wahidin sempat mengatakan, ada lima stasiun yang pembangunan ramp nya berbenturan dengan pipa gas, berbenturan dengan taman yang telah dibuat Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan lain sebagainya.

Kelima stasiun tersebut yakni, di depan SMKN II atau di Demang Lebar Daun, depan RSUD, di Pasar Cinde sebelah kiri ada taman yang sudah dibangun, di bawah Ampera, serta di depan Polresta.

Baca Juga :   Gerhana Matahari Total, Palembang Paling Ideal

“Kami telah berkoordinasi dengan semua pihak, agar desain baru ini jangan sampai mengorbankan pembangunan yang sudah dilakukan,” terangnya.

Semula, sambung Wahidin, untuk desain awal ramp ini ada dua yakni jalur keluar dan masuknya stasiun. Namun, dikarenakan desain awal ini berdampak sosial maka pihaknya kembali mengkaji lagi dimana peletakan ramp ini nantinya agar tidak merusak pembangunan lainnya.

“Semulanya setiap stasiun itu jalur keluar dan masuk itu kanan dan kiri. Tapi, jika memang terdesak maka akan dibuat jadi satu, seperti kanan saja atau kiri saja tapi dua jalur,” tandasnya. (wik)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Lewat Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz, HD Buktikan Sumsel Cinta Al-Quran

Palembang, KoranSN Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru menyambut baik program wakaf Al-Quran dan …