Pembangunan Tol Palindra Telan Korban Jiwa









Ilustrasi. (foto-net)

Palembang, KoranSN

Pembangunan Jalan Tol Palembang-Indralaya (Palindra) yang berlokasi di Desa Muara Baru Kecamatan Pemulutan Kabupaten OI Km 7 Indralaya, Minggu siang (11/6/2017) menelan korban jiwa. Korbannya yakni pekerja Jembatan Tol Palindra, Nasri (56).

Nasri tewas mengenaskan dengan kondisi kepala pecah setelah tertimpa beton pembatas jalan berukuran 2 meter seberat 150 Kg. Dengan kondisi kepala dan wajah hancur, korban yang merupakan warga asal Lampung ini langsung dilarikan rekan-rekan kerjanya ke kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palembang Bari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian mengenaskan tersebut bermula saat korban hendak menuju lokasi proyek Tol Palindra dengan menumpangi mobil tronton yang sedang mengangkut puluhan beton pembatas jalan (barrier). Saat kejadian, korban duduk di bagian belakang
mobil tronton tepat di dekat susunan coran beton pembatas jalan yang sedang diangkut.

Ketika tronton yang mengakut beton pembatas jalan yang dikendarai oleh Han Han Trisnyah (44) keluar dari pintu gerbang tol menuju lokasi proyek Tol Palindra, tiba-tiba puluhan beton pembatas jalan yang dibawa tersebut roboh dan langsung menghantam korban yang saat kejadian berada di belakang tumpukan puluhan beton tersebut.

Baca Juga :   Puluhan Preman dan Pemalak di SU II, Digelandang ke Kantor Polisi

Sopir tronton pengangkut beton, Han Han Trisnyah mengatakan, robohnya tumpukan beton pembatas jalan itu diduga karena mobil melintasi lintasan yang cukup menanjak, sehingga beton yang sedang diangkut roboh dan tergelincir. Sebelum kejadian, ia sudah memperingatkan korban untuk tidak duduk di bagian belakang berdekatan dengan tumpukan beton tersebut. Namun korban tak mengindahkannya dengan tetap duduk di belakangnya.

“Sebelumnya, saya bilang pada korban agar duduk di bagian depan jangan di belakang dekat beton. Tapi korban tak mau dengar omongan saya,” katanya.

Dijelaskannya, ketika mengetahui korban dihantam puluhan beton, semua pekerja lainnya langsung mengambil alat berat untuk mengeluarkan korban dari tumpukan beton dan langsung melarikan korban ke kamar jenazah RSUD Palembang Bari.

“Korban ini pegawai baru, jadi perlu terus untuk ditegur. Tak hanya saya, rekan-rekan yang lain juga sering mengingatkan korban. Kami sering bilang pada korban untuk selalu hati-hati jangan sampai teledor dalam bekerja,” ujarnya.

Masih dikatakannya, jika korban merupakan salah seorang karyawan dari PT CGAA selaku perusahaan memegang proyek pemasangan beton pembatas jalan di Jalan Tol Palindra.

“Terakhir, saya bilang sama korban jika memang ingin duduk di belakang, korban harus duduk di diatas kepala mobil tronton, namun korban tidak mau dan masih saja ingin duduk di belakang dekat tumpukan beton pembatas jalan itu ,” akunya.

Baca Juga :   Jenazah Mr X dan Bayi yang Baru Lahir Ditemukan di Palembang

Sementara itu, Manager Proyek Hutama Karya Divisi Tol Palindra, Hasan Turcahyo mengatakan, ia belum mengetahui kejadian naas yang menimpa korban Nasri, seorang pekerja tol yang tewas tertimpah beton pembatas jalan.

“Sejak pagi saya ada di lapangan, saya belum mengetahui adanya peristiwa itu. Saya akan segera cari tahu,” ungkapnya.

Sedangkan Kapolsek Pemulutan, AKP Helmi Ardiansyah bersama Kanit Reskrim, Bripka Zulkarnaen saat menerima adanya laporan peristiwa tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian.

Menurut Kapolsek, saat ini pihaknya sudah membawa sopir tronton yang mengangkut beton tersebut. “Sopir masih kita periksa di Polsek,” singkatnya. (den)





Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

DPR RI Sebut Kerja Cerdas Kejagung Berhasil Tangkap Surya Darmadi Buronan Korupsi Rp78 Triliun

Jakarta, KoranSN Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Adies Kadir memuji setinggi langit atas kinerja …