Pembuat & Penjual Senjata Api Rakitan Asal Muba dan Banyuasin Ditangkap

Tampak kedua tersangka (mengenakan baju tahanan) saat diamankan di Mapolda Sumsel. (Foto-Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Aparat kepolisian Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel menangkap dua warga asal Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Banyuasin yang membuat serta menjual senjata api rakitan di wilayah Sumsel.

Kedua tersangka tersebut yakni; Zulkifli (44) warga Dusun I Desa Seratus Lapan Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), dan tersangka Sario (53), warga Desa Tarjah Indah V Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin.

Dari penangkapan tersangka Zulkifli polisi mengamankan barang bukti satu pucuk senjata api laras panjang jenis AKA 101 kaliber 5.56 mili meter. Sedangkan dari tersangka Sario, diamankan barang bukti senjata api rakitan jenis revolver.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Arizon Hendra melalui Wadir Reserse Kriminal Umum, AKBP Azis Andriansyah mengatakan, kedua tersangka ditangkap dalam Operasi Sapu Jagat Polda Sumsel. Dimana kedua tersangka dibekuk berdasarkan informasi dari masyarakat, yang kemudian dilakukan penyelidikan hingga penangkapan.

“Kedua tersangka ini merupakan pembuat, pengrajin serta penjual senjata api rakitan dari Muba dan Banyuasin, pemasarannya masih di wilayah Sumsel. Diduga keduanya sudah membuat senjata api sejak beberapa tahun lalu, meskipun kedua tersangka mengakunya baru tiga bulan bisa membuat senjata itu. Untuk itulah, kasus ini masih terus kami kembangkan,” katanya dalam gelar tersangka dan barang bukti di Mapolda Sumsel, Kamis (16/11/2017).

Baca Juga :   Kapolda: Tangkap Hidup Atau Mati Pelaku Penembak Kanit Reskrim Mesuji Makmur OKI

Menurutnya, bahkan dari pengakuan tersangka Zulkifli jika yang bersangkutan pernah menjualkan senjata api kepada salah satu tersangka pencurian dan kekerasan (Curas) yang kini tersangkanya telah ditangkap oleh Polres Muba.

“Kedua tersangka mengaku jika mereka menjual senjata api itu dari mulut ke mulut saja, jika ada yang memesan barulah mereka membuatkannya. Dari itu kami akan terus melakukan penyelidikan lebih mendalam terkait siapa saja orang yang telah membeli senjata api rakitan kepada kedua tersangka ini,” ungkapnya.

Lanjutnya, kini kedua tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polda Sumsel untuk dilakukan proses hukum selanjutnya.

“Sedangkan kedua tersangka dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 1 Ayat (I) tentang kepemilikan senjata api ilegal dengan ancaman pidana kurungan penjara 10 tahun,” tandasnya.

Sementara tersangka Zulkifli mengaku, jika dirinya dapat membuat senjata api rakitan dengan cara belajar dari internet. Kemudian ia mencari besi bekas untuk merangkai senjata api yang dibuatnya.

“Kalau untuk senjata api laras panjang ini modal membuatnya sekitar Rp 1 juta. Sebab saya harus mencari besi bekas yang sesuai untuk dijadikan rangka senjata api dengan cara di las di rumah saya, dan dengan hanya waktu dua bulan saya dapat merakit senjata api itu,” ungkapnya.

Baca Juga :   Kawanan Begal Motor Sadis Ditangkap Polisi

Dijelaskannya, hanya orang kenal saja yang membeli senjata api yang dirakitanya. Sebab, ia menjual berdasarkan pesanan pembeli.

“Saya jual dari mulut ke mulut. Begitu ada yang mau beli barulah di komunikasikan untuk bentuk dan jenis senjata api yang akan dibuat. Untuk harganya tergantung dengan bentuk senjata api yang akan dibuat, kalau jenisanya laras panjang, saya menjualnya sekitar Rp 25 juta. Tapi dikarenakan baru tiga bulan saya bisa membuat senjata api maka tidak banyak orang yang membeli kepada saya. Selama ini, hanya Yanto yang pernah membeli senjata api ke saya, namun saat ini Yanto sudah ditangkap polisi di Musi Banyuasin,” ungkapnya.

Sedangkan tersangka Sario juga mengaku jika dirinya baru menjadi pembuat dan juga penjual senjata api rakitan jenis revolver.

“Selama ini baru tiga senjata api yang saya buat. Dua diantaranya sudah saya jual dengan harga Rp 2 juta dan Rp 2,5 juta. Sementara untuk satu senjata api lainnya diamankan pihak kepolisian saat saya tertangkap,” tandasnya. (ded)



Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Polda Metro Jaya Jadwalkan Kembali Pemanggilan Terhadap Firli Bahuri

Jakarta, KoranSN Polda Metro Jaya menjadwalkan kembali pemanggilan terhadap mantan Ketua Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi …

error: Content is protected !!