Pembunuh Driver Taksi Online Divonis 10 Tahun, Keluarga Sofyan Terima dengan Hati Sedih

Kgs H Abdul Roni ayah korban Sofyan saat menghadiri sidang terdakwa ‘FR’ di PN Palembang. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pihak keluarga dari driver taksi online Sofyan yang dirampok dan dibunuh dengan terpaksa menerima vonis Majelis Hakim yang dijatuhkan kepada terdakwa ‘FR’. Demikian dikatakan ayah korban Sofyan, Kgs H Abdul Roni (70), usai menyaksikan sidang vonis ‘FR’ yang merupakan salah satu pelaku pembunuhan korban di Pengadilan Negeri Klas I Palembang, Selasa (11/12/2018).

Menurutnya, pihak keluarga sejak awal meminta agar para pelaku pembunuhan korban dijatuhkan hukuman mati. Akan tetapi, dikarenakan salah satu pelaku yakni ‘FR’ tergolong anak di bawah umur maka sesuai undang-undang perlindungan anak, ‘FR’ hanya divonis 10 tahun penjara.

“Jelas kami terpaksa menerima vonis tersebut meskipun dengan hati bersedih, sebab pelaku ini telah membunuh anak saya dengan kejam. Akan tapi, kami tidak dapat melakukan upaya hukum lainnya dikarenakan terdakwa ‘FR’ ini merupakan anak di bawah umur, sehingga hukuman vonis tersebut sudah maksimal,” katanya.

Masih dikatakannya, orang tua mana yang tidak sedih dan terpukul jika anaknya dibunuh, bahkan jenazah anak ditemukan sudah menjadi tengkorak.

Baca Juga :   Usai Eksekusi Sofyan, Akbar Otak Pembunuhan Sadis Driver Taksi Online: Korban Masih Hidup Saat di Betung Kemudian Tewas di Perjalanan

“Kejam nian para pelaku pembunuh anak saya tersebut. Saya sangat terpukul, sebab saya yang membesarkannya (korban). Bahkan akibat perbuatan pelaku membuat empat anak korban kehilangan bapaknya,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakan Kgs H Abdul Roni, dengan telah divonisnya terdakwa ‘FR’ maka dirinya meminta agar pelaku Acun dan Riduan yang keduanya sudah dewasa nantinya dijatuhkan hukuman mati.

“Untuk dua pelaku lainnya yang belum disidangkan kami minta agar dijatuhkan hukuman berat, hukuman mati. Jadi kami pihak keluarga minta supaya dua pelaku lainnya dihukum seberat-beratnya,” tandasnya.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU), M Purnama mengatakan, untuk dua pelaku lainya yakni tersangka Acundra alias Acun (21) dan Ridwan alias Rido (42) belum disidangkan karena berkas perkaranya belum dilimpahkan oleh pihak kepolisian kepada kejaksaan.

“Walaupun demikian kami terus berkoordinasi, dan dalam waktu dekat berkas perkaranya segera dilimpahkan sehingga Acun dan Ridwan dapat kami sidangkan di Pengadilan Negeri Klas I A Palembang,” ungkapnya.

Baca Juga :   KPK Telusuri Proses PT Tigapilar Agro Utama Jadi Distributor Bansos

Masih dikatakan Purnama, dengan telah disidangkan dan divonisnya terdakwa ‘FR’ maka pihaknya selaku JPU telah mengetahui gambaran kejadian perampokan dan pembunuhan korban Sofyan.

“Satu pelaku yakni terdakwa ‘FR’ kan sudah divonis. Jadi dari fakta persidangan kami sudah mengatahui dengan jelas, jika kasus pembunuhan ini berencana. Untuk itulah pelaku Acun dan Ridwan, nanti keduanya akan kami dakwa dan kami tuntut dengan Pasal 340 KUHP yang ancamannya pidana mati.

Pasal tersebut sama dengan Pasal yang dijeratkan kepada ‘FR’, hanya saja ‘FR’ di bawah umur hingga berdasarkan undang-undang perlidungan anak, ‘FR’ divonis pidana yang maksimal untuk anak-anak, yakni 10 tahun kurungan penjara,” tandasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Perpanjang Penahanan Juliari Batubara Selama 30 Hari

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan selama 30 hari untuk dua tersangka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.