Pemilih Disabilitas Diprediksi tak Lebih 5 Persen



Salahsatu narasumber pada kegiatan sosialisasi pemilu akses. (foto-anton/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pemilih disabilitas (penyandang cacat) diprediksi tidak lebih dari 5 persen pada jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan gubernur (Pilgub), tahun 2018 mendatang. Saat ini, KPU Sumsel terus mengupdate data pemilih.

Ketua KPU Sumsel Aspahani mengatakan, sebagai contoh saat Pilkada Muba tahun 2017 lalu, pemilih disabilitas berkisar antara 1-3 persen.

“Saya masih ragu dengan angkanya, karena sampai sekarang masih didata, tapi kita prediksi 5 persen untuk Sumsel, ini juga berkaca saat pilkada Muba lalu, dimana pemilih disabilitas berkisar antara 1-3 persen saja,” ungkap Aspahani saat menjadi narasumber pada pelatihan panduan media untuk pemberitaan pemilu akses yang digelar oleh KPU Sumsel bekerjasama dengan General Election Network for Disability Access (AGENDA), di Hotel Arista Palembang, Jum’at (28/7/2017).

Lebih jauh dikatakan Aspahani, pemilu akses dimaksudkan untuk penyandang disabilitas. Ada sejumlah indikator untuk pemilu akses ini, diantaranya, akses masuk kedalam Tempat Pemungutan Suara (TPS) harus bisa dilalui kursi roda.

Baca Juga :   Oknum PNS Disdik Palembang Diduga Pungli Terkait Dana BOS

Kemudian, pada saat mencoblos bagi tuna netra harus disiapkan alat bantu berupa template, yang dipasangkan pada surat suara. Ini berfungsi untuk membantu penyandang disabilitas agar mandiri.

“Nanti kita akan simulasikan dan sosialisasikan alat bantu ini. Jadi, template ini ditaruh diatas suara suara, membantu tuna netra untuk memilih, kalau mereka sudah yakin, nanti templatenya ditarik. Jadi, surat suaranya sama dengan yang lain tidak ada surat suara khusus,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Program General Election Network for Disability Access (AGENDA) Erni Andrani menerangkan, Pemilu Akses adalah Pemilu yang menyedikan fasilitas untuk penyandang disabilitas yang bebas dari diskriminasi atau hambatan lainnya dalam menjamin partisipasi politik secara penuh.

Baca Juga :   Feby Deru Segera Hadirkan Perpustakaan di Kriya Sriwijaya

Dikatakannya, ada tujuh indikator pemilu akses, diantaranya akses ke lokasi TPS tidak berbatu, tidak bergelombang, tidak berumput tebal, tidak terhalang parit dan selokan. “Jadi, harus rata, ini untuk memudahkan jalannya kursi roda,” ujarnya.

Untuk pintu masuk TPS lebarnya 90 cm atau lebih, demikian juga pintu keluar. Sementara untuk meja bilik suara harus memiliki ruang kosong dibawahnya dengan ketinggian yang cukup, antara 75-100 cm. “Bilik suara juga harus dilengkapi braille templete diperuntukkan bagi penyandang tuna netra,” pungkasnya. (awj)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Rakor Penyerapan Anggaran Penanganan Covid-19, Polda Sumsel Siap Lakukan Pengawasan

Palembang, KoranSN Polda Sumsel siap melakukan pengawasan terkait penggunaan anggaran Covid-19. Hal tersebut terungkap saat …