Pemkab Muba dan LIPI Kelola Buah Mangrove Jadi Komodoti Unggulan







Kegiatan pelatihan dalam mengelola buah Mangrove serta sabut kelapa untuk dijadikan komoditi unggulan. (foto-sumantri/koransn.com)

Sekayu, KoranSN

Pemkab Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Muba bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melatih masyarakat mengelola buah Mangrove serta sabut kelapa yang banyak tumbuh di wilayah Lalan, untuk kemudian dijadikan komoditi unggulan.

“Mulai Senin kemarin (29/10/2018), kita mulai memberikan pelatihan kepada warga Lalan di dua desa, yakni Desa Karang Mukti dan Purwa Agung,” kata Kepala Dinas PMD Muba, Richard Cahyadi, Rabu (31/10/2018).

Pelatihan itu diberikan sebagai salahsatu langkah dalam pengelolaan Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk pemanfaatan sumber daya alam (SDA) yang tumbuh di Lalan, sehingga menjadi hasil yang bernilai tinggi yang tentunya akan dapat dikelola masyarakat lalan untuk menambah penghasilan warga Lalan Kedepannya.

Baca Juga :   Plt. Bupati Muara Enim Lantik 135 Pejabat

Kabid Pendayagunaan SDA-TTG, Sahidi menjelaskan secara teknis ada dua yang akan difokuskan dan telah diberikan pelatihan, yakni pengelolaan buah Mangrove menjadi komoditi unggulan seperti menjadi sirup, selai, dodol, permen, tepung dan pangan khas Mangrove. Serta sabut buah kelapa dibentuk menjadi tali galangan kapal.

Dalam pelatihan yang diberikan kepada warga tidak hanya dari DPMD saja, tapi dari pihak LIPI. Karena, nantinya dua desa yakni Karang Mukti dan Purwa Agung ini akan dijadikan rumah produksi untuk pengelolaan buah mangrove serta pengelolaan sabut buah kelapa jadi tali galangan kapal.

“Lalu, nanti kedepannya juga, ada upaya pelestarian dan pembudidayaan tanaman Mangrove serta tanaman buah Kelapa. Dan yang terpenting, upaya penyelamatan ekosistem biota perairan di Kecamatan Lalan,” katanya.

Baca Juga :   Harga Daging Ayam Potong Tembus Rp 40 ribu Perkilogram

“Untuk masalah pemasaran produk hasil pengelolaan yang dihasilkan oleh warga dua desa tersebut, nantinya pihak LIPI akan membantu, bilamana pengelolaan dua SDA yang dimiliki Lalan ini berhasil,” ucapnya menambahkan.

Sementara itu, Nanang Surahman, salahsatu narasumber dari LIPI mengatakan, Indonesia adalah salahsatu negara yang mempunyai hutan Mangrove terbesar di dunia, meskipun saat ini sebagian besar jumlah hutan itu sudah mengalami kerusakan.

“Ekosistem Mangrove memiliki manfaat ekonomis, yaitu hasil kayu, budidaya air payau, pariwisata dan lainnya, serta manfaat lain secara ekologis adalah berupa perlindungan bagi ekosistem daratan dan lautan, yaitu sebagai penahan abrasi atau erosi gelombang dan angin kencang,” bebernya. (tri)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Usai Sholat Idul Adha, Masyarakat Desa Tambangan Mura Gelar Tradisi Sedekah Rame

Musi Rawas, KoranSN Masyarakat Desa Tambangan, Kecamatan BTS Ulu Cecar, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan …

error: Content is protected !!