Pemkot Palembang Serahkan Ganti Rugi Pembangunan Rumah Pompa

Wawako Palembang Fitrianti Agustinda, saat memberikan ganti rugi kepada salah satu warga. (foto Rika Agustya)
Wawako Palembang Fitrianti Agustinda, saat memberikan ganti rugi kepada salah satu warga. (foto Rika Agustya)

Palembang, KoranSN

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, kembali membayar ganti rugi lahan dan bangunan warga, yang terkena dampak dari pembangunan rumah pompa di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bendung 13 ilir Kota Palembang. Terhitung ada sekitar 44 persil yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda kepada warga di kantor PUBM dan PSDA Kota Palembang, Senin (7/11/2016).

Kepala Dinas PUBM dan PSDA Kota Palembang, Dharma Budi mengatakan, pembayaran tersebut merupakan tahap ketiga untuk fase kedua yang dilaksanakan oleh pemkot Palembang. Dana ganti rugi ini telah mulai diserahkan sejak tahun 2015 lalu, dari total 101 persil, kini masih tersisa 22 persil lagi yang belum.

“Penyerahan ganti rugi hari ini (kemarin) sekitar Rp 23 Miliar untuk 44 Persil. Sekarang masih ada sisa sekitar 22 persil lagi yang belum dilaksanakan ganti ruginya. Dimana keseluruhan dana berasal dari APBD, sebagian besar juga berasal dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS),” terangnya.

Menurutnya, dana untuk sisa 22 persil yang belum dibebaskan tersebut masih berkisar Rp 10 Miliar, sebab warga yang memiliki lahan tersebut masih banyak yang menolak. “Masih banyak yang menolak, karena belum ada kesepakatan tentang pembayaran, ada juga masalah waris, tapi kita targetkan sebelum 2017 ini semua sudah selesai. Pembayarannya juga disesuaikan dengan luas lahan dan bangunannya, dari Rp 100 juta hingga Rp 1,7 M,” jelasnya.

Baca Juga :   Lagi, Anggota DPR RI Ishak Mekki Bagi-bagi Sembako

Sementara itu, Kepala BBWS regional VIII, Jarot Subekti menegaskan secara umum pihaknya sudah melakukan kajian dengan Konsultan dan sudah ada patokan khusus untuk menentukan ganti rugi lahan. “Untuk lahan yang belum dibebaskan, itu merupakan kewenangan dari Pemkot, jadi kita serahkan ke Pemkot untuk menyelesaikan sengketa itu,” imbuhnya.

Dia mengatakan, secara persentase fisik, pembangunan waduk raksasa tersebut sudah 9 persen dan ditargetkan selesai hingga tahun 2019. “Namun kita berusaha cepat berusaha mempercepat dari kontrak. Untuk mendukung Asian Games,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya menjelaskan, saat hujan deras volume air Sungai Musi bakal naik dan menggenangi wilayah di area aliran DAS sungai Bendung yang selama ini langganan banjir tersebut. Waduk raksasa dengan system pompanisasi ini bakal ditutup sehingga air dari sungai Musi tak bisa mengalir ke perumahan warga.

“Maka pada saat hujan turun dan pasang, Kita tutup dengan dibantu 5-6 pompa air, air bakal disedot sehingga masyarakat aman, kira-kira begitulah sistem kerjanya,” lanjutnya.

System tersebut, mempunyai kecepatan menyedot air dengan 36 metre kubik perdetik dengan kedalaman 3 meter diatas 1,2 hektar lahan dari total 1,7 hektar lahan yang tersedia. Sebaliknya, kalau tidak hujan maka pintu air bakal dibuka.

Jarot menambahkan, Palembang sangat memerlukan system tersebut karena sebagian besar wilayah terletak di kondisi datar dan rawan sekali terjadi banjir. “Ini merupakan program prioritas, bahkan dana pembebasan lahan pun langsung di transfer melalui Bank ke rekening masing-masing,” tandasnya.

Baca Juga :   Feby Deru Bangga Satpol PP Berhasil Sumbangkan 157 Kantong Darah

Di tempat yang sama, salah satu warga yang menerima ganti rugi sebesar Rp 1,79 M, Ahmad Sudirman Husin (61), menerangkan, dana yang diterimanya sudah sesuai dengan harga lahan dan bangunan dari warisan keluarganya tersebut.

“Luas lahan yang saya memiliki sekitar 496 M, ada bangunan rumah panggung yang merupakan warisan keluarga turun temurun berusia 123 tahun. Ganti rugi yang saya dapatkan ini sudah sesuai lah,” ulasnya.

Husin mengatakan, dia dan keluarga akan mulai pindah pada akhir tahun ini. “Akhir tahun kami akan mulai pindah ketempat yang baru, tempat yang baru sudah didapatkan. Sebenarnya, sayang sekali menjual rumah peninggalan dari keluarga ini, tapi demi mendukung pembangunan Palembang serta dengan kesepakatan bersama keluarga besar, ya hasus tetap dilakukan,” katanya. (tya)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Diresmikan MenPAN-RB, Palembang Miliki Mall Pelayanan Publik

Palembang, KoranSN Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (MenPAN-RB), Tjahjo Kumolo hadir …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.