Pemkot Prabumulih Akan Rapit Test Pedagang Pasar

Wako H Ridho di wawancara insan pers terkait para pedagang akan di rapet test dan swab.(foto-andi/koransn)

Prabumulih, KoranSN

Meskipun Prabumulih saat ini zero pasien Covid-19 dan sudah memasuki tahap zona hijau, namun hal itu tidak serta merta membuat Pemkot Prabumulih lengah terhadap ancaman mewabahnya kembali virus covid-19 di bumi Seinggok Sepemunyian.

Bahkan Walikota Prabumulih llr H Ridho Yahya MM menegaskan jika pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan Rapit Test terhadap para pedagang, baik yang berjualan di Pasar Pagi maupun yang berada di PTM sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga agar tidak ada lagi pertambahan pasien Covid-19 di cluster baru.

“Kita khawatir di pasar tradisonal modern kalau ramai apalagi pedagang menumpuk tidak mau pindah, makanya nanti akan kita rencanakan rapid mereka (para pedagang-red),” ungkap Ridho , Senin (15/6).

Ridho mengatakan, pihaknya akan merencanakan hal itu disebabkan pasar merupakan tempat yang ramai dan jika para pedagang tidak mau dipindahkan ke Pasar Pagi Terminal Baru atau kembali lagi ke PTM maka dipastikan protokol kesehatan tidak akan berjalan. “Kita ngeri nanti terjadi lagi (ada pasien positif) karena disana protokol kesehatan tidak jalan, makanya nanti akan kita lakukan rapid tes atau swab,” katanya.

Baca Juga :   Prestasi Jendi Jadi Inspirasi Pemuda

Prabumulih saat ini tengah zero pasien covid 19, untuk itu lanjut Ridho pihaknya tidak ingin ada segelintir orang tak bertanggungjawab justru kembali membuat jumlah pasien covid 19 di kota nanas kembali meledak alias banyak. Terlebih pedagang yang berjualan di kota Prabumulih juga banyak berasal dari luar daerah.

“Harapan kita jangan sampai meledak lagi, untuk jadwal belum ditentukan, karena kalau sampai bocor mereka tidak jualan, nanti ada pedagang masuk (Prabumulih) kita tes,” lanjutnya.

Ridho mengaku berdasarkan info didapat sebagian pedagang menolak untuk rapid tes atau swab sehingga jadwal tidak ditentukan dan akan dilakukan dadakan saja nantinya .

“Kayaknya sebagian menolak namun demi keamanan dia (pedagang) dan pembeli, kalau menolak tetap kita tes karena siapa tahu ada positif, timbulnya kan menyebar ke pembeli dan lain-lainnya apalagi ada penjual dari daerah-daerah lain.Jika pada pelaksanaan ada pedagang yang tidak mau di Rapit maka akan dilarang berjualan, ” ujarnya

Baca Juga :   2021, Pemkab OKI Implementasikan Permendagri Penganggaran

Disinggung jika di daerah lain pasar merupakan cluster tersendiri Covid 19, Ridho mengakui hal itu disebabkan di pasar merupakan paling rumit karena selain ramai juga masih banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Semestinya protokol kesehatan tetap diterapkan agar sehat, makanya kita fokus ke pasar pagi (PTM) karena tempat sempit, ramai dan aktivitas transaksi di malam hingga subuh,” tambahnya seraya tetap menghimbau masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan memakai masker, jaga jarak dan cuci .pungkas nya. (and)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pembangunan Flyover Untuk Jalur Kereta Api

Muara Enim, KoranSN Dalam mendukung kemajuan kerjasama pemanfaatan Aset PT.KAI dengan Pemerintah Daerah, dilaksanakan rapat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.