Pemuda Pengangguran, Jadikan Gadis Belia Korban Human Trafficking



Exif_JPEG_420
Palembang, SN

Fauza Taziman (23), warga Jalan Sukawinatan No 147 RT 04 RW 23 Kelurahan 23 Ilir Kecamatan IT II, Kamis (20/8) diamankan Jajaran Sat Reskrim Mapolsek SU II, karena diduga hendak menjual gadis di bawah umur yang masih duduk di bangku sekolah dengan M Yasin (19) warga Lorong Pertahanan Panjaitan Plaju.

Korban sebut saja ‘Bunga’ (15), seorang siswi di salah satu SMA swasta yang ada dikawasan Plaju, serta tercatat sebagai warga Tegal Binangun. Bunga hampir saja kehilangan kehormatannya lantaran menjadi korban human trafficking (perdagangan manusia) yang dilakukan tersangka Fauza.

Saat diamankan tersangka Fauza Taziman mengatakan, awalnya ia mengenal korban dari salahsatu group yang ada di jejaring sosial Facebook hingga akhirnya ia berhasil mendapatkan nomor HP korban.

Selama empat hari berkenalan, Fauza terus merayu Bunga untuk menjual diri kelelaki hidung belang dengan harga Rp 200 ribu. Namun Bunga hanya mendapatkan Rp 100 ribu.

“Dia (bunga) duluan yang menanyakan apakah ada lelaki yang ingin berhubungan badan dengannya, karena dia lagi butuh duit untuk beli laptop dan perlengkapan make-up,” elaknya.

Dilanjutkannya, sebelum tertangkap polisi ia dan korban sudah janjian untuk bertemu di kawasan Plaju tepatnya di depan JM Swalayan untuk menemui Yasin yang ingin memakai jasa korban.

Baca Juga :   Saksikan Detik Malam Pergantian Tahun, Jutaan Warga Berdesakan di BKB

Namun belum sempat Yasin datang, polisi datang dan langsung mengamankannya.

“Aku baru sekali inilah, sumpah Pak! Itupun hanya untuk iseng soalnya aku sekarang lagi tidak begawe. Kalau jadi, uang Rp 200 ribu kami bagi dua,” ujar lelaki yang merupakan alumni salahsatu universitas di Palembang ini.

Sementara menurut Bunga, sebelumnya ia dan tersangka hanya mengobrol di HP. “Memang benar, awalnya aku mengiyakan ajakan tersangka. Namun, itu hanya untuk main-main ternyata Fauza menanggapi serius,” ujarnya.

Merasa membutuhkan uang, Bunga rela menjual kesuciannya lantaran orang tuanya yang berada di Muara Enim, jarang mengirimkan uang kepadanya hingga Bungapun akhinya bertemu dengan Fauza.

“Aku disini tinggal samo bibi aku, awalnyo aku ini hanya minta carike kenalan cowok. Namun, dia (Fauza) nawarin itu, Sebenernyo aku tidak mau tapi dia maksa. Aku ini lagi tidur Pak! Lalu, dia nelpon terus katanya, ada lelaki yang mau dikenalin sudah ada di lokasi. Sumpah aku tidak mau hanya uang Rp 100 ribu keperawanan aku hilang,” elaknya.

Baca Juga :   Aktivitas New Normal Masyarakat Padat, Covid-19 di Sumsel Meningkat Jadi 1.950 Kasus

Sedangkan M Yasin, lekaki yang  diduga ingin memakai jasa Bunga mengungkapkan, ia hanya coba-coba lantaran penasaran dengan Bunga apakah Bunga berparas cantik atau tidak.

Selain itu, sebelumnya tentang prihal itu ia menceritakan kepada pamannya yang merupakan seorang polisi. “Saya itu sebenarnya tidak ada niat untuk memanfaatkan Bunga, masalah ini sempat saya ceritakan kepada paman aku yang polisi. Mendegar itu, Paman saya minta memancing Fauza untuk ketemuan, hingga berhasil ditangkap,” katanya.

Kanit Reskrim Mapolsek SU II Ipda Husni mengatakan, penangkapan tersangka terkait dengan cerita keponakan salahsatu anggota polisi, sehingga pihaknya meminta untuk mengintai dan berhasil melakukan penangkapan.

“Kita sudah menggagalkan percobaan perdagangan anak di bawah umur, untuk proses penyidikannya sekarang sudah kita limpahkan ke jajaran Mapolresta Palembang,” singkatnya. (den)







Publisher : Ferdin Ferdin

Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Ahli Tegaskan Kerugian Negara Dugaan Korupsi Proyek Gedung DPRD PALI Rugikan Negara Rp 7,3 Miliar Lebih

Palembang, KoranSN Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari PALI diketuai Imam Murtadlo SH MH, Rabu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!