Pencuri Baterai Tower di Muara Enim Ditembak Mati Polisi





Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono bersama jajarannya saat merilis terkait dibongkarnya komplotan pencurian baterai tower. (Foto-Yudi/KoranSN)

Muara Enim, KoranSN

Polres Muara Enim berhasil membongkar komplotan pencurian baterai tower provider seluler. Salah satu tersangka ditembak mati polisi karena melawan saat akan ditangkap. Komplotan ini sudah lama ditarget petugas lantaran sudah sangat meresahkan karena aksi kejahatan mereka.

Penangkapan para tersangka dilakukan, Kamis (2/8/2018) pukul 02.30 WIB. Tidak mudah meringkus para tersangka, bahkan Polres Muara Enim yang menerjunkan Tim Rajawali dibantu oleh petugas Polsek. Dengan kesigapan petugas, satu persatu kawanan komplotan ini berhasil ditangkap barang buktinya.

Dalam konferensi persnya di depan kamar Jenazah RSUD dr HM Rabain Muara Enim, Kamis (2/8/2018), Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono menyampaikan, sebelum melakukan penangkapan, terlebih dahulu tim gabungan melakukan pengintaian atas gerak-gerik aksinya.

“Komplotan ini melakukan pencurian baterai tower dengan cara memutus pagar di sekitar Base Transceiver Station, kemudian masuk dan mengambil baterai ini,” kata Afner didampingi Wakapolres, Kabag Ops dan Kasat Reskrim.

Baca Juga :   KPK Geledah Rumah Rafael Alun Trisambodo

Masih dikatakannya, dalam melakukan aksinya, tersangka beranggotakan empat orang. Saat akan dilakukan penangkapan, satu pelaku yang mengendarai mobil melintasi Jalan Lintas Baru menuju Jembatan Enim sementara tiga pelaku lainnya berusaha meloloskan diri dari kejaran petugas. Aparat kepolisian kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menangkap tiga pelaku sementara satu pelaku lagi berhasil melarikan diri,

Diungkapkannya, satu pelaku bernama Basrin (43), terpaksa dilumpuhkan petugas gabungan karena melakukan peralawan dengan menggunakan sebuah badik. Menghindari ancaman, polisi yang lebih dulu memberikan tembakan peringatan tetapi tidak digubris pelaku, lalu petugas melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak pelaku yang mengenai dada sebalah kiri bagian atas.

“Pelaku meninggal dunia saat akan dibawa ke RSUD dr HM Rabain Muara Enim,” tegas Kapolres.

Pelaku Basrin, diterangkan Kapolres, merupakan DPO dan resedivis kasus Curas dengan beberapa laporan dari masyarakat terkait pencurian sepeda motor. Dari tersangka Basrin, Polres Muara Enim berhasil mengamankan empat buah sepeda motor diduga hasil Curas.

Baca Juga :   Saksi Dikonfirmasi Soal Hibah Tanah Kepada Tersangka Rachmat Yasin

Sementara, dua pelaku lain yang berhasil diamankan yakni Samsul Bahri alias Dahrit (45), warga Desa Tanjung Karangan, Kecamatan Tanjung Agung merupakan resedivis narkoba serta Salkoderi (37) Desa Tegal Rejo, Kecamatan Lawang Kidul. Dari tangan keduanya Polres Muara Enim mengamankan lima buah baterai tower jenis genisis, sebuah mobil Xenia, dua buah pisai dan empat unit sepeda motor.

Diakui Kapolres, sepanjang 2018, ada delapan laporan yang diterima Polres Muara Enim terkait pencurian baterai tower yang diduga dilakukan oleh komplotan pelaku ini.

“Para pelaku adalah sindikat yang kerap beroperasi di wilayah Kabupaten PALI, Muara Enim, Lahat, Kota Pagaralam, Kota Prabumulih dan wilayah Hukum Polda Lampung,” beber Kapolres Muara Enim.

Sedangkan pelaku yang masih DPO kata Kata Kapolres, untuk segera menyerahkan diri,

“Untuk pelaku yang masih DPO, kami harapkan untuk menyerahkan diri, jika tertangkap tentu akan diberikan perlakuan berbeda,” tegas Kapolres. (yud)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Puluhan Kios dan Ratusan Los Pasar Karang Kobar Banjarnegara Terbakar

Banjarnegara, KoranSN Bencana kebakaran terjadi di salah satu pasar terbesar di wilayah Kecamatan Karang Kobar,m …

error: Content is protected !!