Pencuri HP Diamuk Warga, Video Hoax Penculikan Menyebar di Medsos







Ilustrasi. (foto-net)

Palembang, KoranSN

Warga Talang Jambe Palembang, Rabu pagi (31/10/2018) pukul 07.00 WIB dihebohkan dengan seorang pria yang melakukan pencurian handphone (HP) di rumah korbannya di Jalan Amd Kampung Sugi Waras RT 02 Kelurahan Talang Jambe Kecamatan Sukarami Palembang.

Emosi warga tak terbendung saat pelaku yang belakangan diketahui bernama Andi Saputra (35) ini tertangkap, hingga tersangka diamuk warga hingga babak belur. Bahkan kejadian ini sempat direkam oleh oknum warga sembari mengungkapkan jika pelaku yang tertangkap merupakan penculik anak. Akibatnya, video tersebut menyebar dan menjadi viral di media sosial (Medsos).

Kapolsek Sukarami Palembang, Kompol Rivanda menegaskan, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian dan penyelidikan yang dilakukan pihaknya diketahui jika tersangka Andi Saputra yang diamankan oleh warga merupakan tersangka pencurian HP, bukan pelaku penculikan anak seperti video yang sempat viral di sejumlah Medsos.

“Jadi video yang mengatakan pelaku penculik anak adalah hoax. Karena pelaku Andi Saputra yang kesehariannya pemulung ini diamankan warga karena tertangkap mencuri HP milik korbannya bernama Apul Sitanggang (33), yang tinggal di sekitaran lokasi. Bahkan dari hasil pemeriksaan tersangka yang dilakukan diduga tersangka tidak waras atau mengalami ganguan jiwa,” ungkapnya.

Diungkapkan Kapolsek, pencurian yang dilakukan oleh tersangka bermula saat tersangka masuk ke rumah korban lalu mengambil handphone warna putih yang berada di dalam ruang tamu.

“Aksi tersangka diketahui korban hingga korban bersama masyarakat mengejar dan menangkap tersangka, hingga akhirnya tersangka diamankan dan diserahkan ke polisi. Kini tersangka beserta barang bukti HP telah diamankan di Polsek Sukarami Palembang,” tandasnya.

Terpisah, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menanggapi terkait video tertangkapnya pencuri HP yakni tersangka Andi Saputra (35) yang videonya beredar di Medsos dan dikaitkan dengan isu penculikan anak. Ditegaskan Kapolda, jika hal tersebut merupakan hoax.

“Sampai saat ini Polda Sumsel dan jajaran mulai dari Polresta, Polres dan Polsek-Polsek tidak ada yang menerima laporan penculikan anak. Sebab, kalau ada pasti orang tua korban melapor. Karena itulah kejadian di Talang Jambe Palembang yang diisukan penculikan anak adalah hoax, jadi masyarakat jangan terpancing dan percaya. Bahkan untuk pembuat dan penyerbar video hoax itu, tentunya dapat dipidana sesuai dengan UU ITE,” tegasnya.

Baca Juga :   BKSDA Lahat Observasi Area Jelajah Harimau

Selain itu Kapolda juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing aksi penipuan yang menggunakan telphone.

“Misalnya seperti ada orang yang menelphone dan memberi kabar jika anak atau suami kita kecelakaan. Sebaiknya warga mengecek dulu dengan menelphone suami atau ke pihak sekolah tempat anak kita belajar. Jadi, jangan langsung gugup dan percaya lalu menuruti permintaan si penelphone yang biasanya minta korbannya mentransferkan uang ke ATM. Untuk itulah kami menghimbau agar warga jangan mudah percaya dengan hal demikian, termasuk dengan isu-isu hoax,” pungkas Kapolda. (ded)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Gakkum KLHK dan Bakamla Gagalkan Penyelundupan Kayu Ilegal

Makassar, KoranSN Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sulawesi bersinergi …

error: Content is protected !!