Penderita Tifus di Palembang Meningkat 50 Persen





Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit. (foto-reigan/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, dr Letizia melalui Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM), Yudhi Setiawan, Selasa (6/2/2018) mengatakan, berdasarkan data di tahun 2017, jumlah penderita penyakit tifus atau tipes meningkat tajam jika dibandingkan tahun 2015 dan 2016 lalu.

“Jumlah penderita penyakit tifus di tahun 2015 sebanyak 3.354 orang dan di tahun 2016 sebanyak 2.806 orang, sedangkan untuk angka paling banyak yaitu di tahun 2017 yaitu 4.330 orang. Ini artinya penderita penyakit ini di Kota Palembang meningkat 50 persen,” ungkapnya.

Yudi mengatakan, penyakit tifus atau demam tifoid adalah penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri Salmonella typhi dan umumnya menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi. Dimana, penyakit tifus bisa terjadi karena adanya hubungan dengan saluran pencernaan.

Baca Juga :   Alex Ingin Kapal Wisata Belantara Terpromosikan Hingga International

Penyakit ini bisa terjadi, lanjut Yudi, lantaran lingkungan yang kotor, seperti tidak mencuci tangan sebelum makan dan banyak kontaminasi lalat dari kotoran hinggap ke makanan yang juga merupakan penyebab penyakit tifus. Sedangkan, untuk tingkat penderita tertinggi, tipes rebih rentan terindikasi pada manusia usia 15 – 44 tahun dan tingkat tertinggi kedua di usia 5 – 14 tahun.

“Data di tahun 2017 penyakit tifus ini jika dilihat dari usia, kebanyakan lebih rentan di usia 15 hingga 44 tahun, itu tingkat tertinggi pertama dengan jumlah 1500 orang penderita. Sementara di usia 5 hingga 12 tahun di tingkat tertinggi kedua, dimana penderitanya sebanyak 1.452 orang,” jelasnya.

Baca Juga :   Blanko Habis, Sat Lantas Polresta Palembang Berlakukan SIM Sementara

Untuk itu, dirinya menghimbau kepada masyarakat kota Palembang agar tetap selalu menjaga kebersihan, baik lingkungan umum ataupun tempat tinggal masing-masing. Terutama saat ingin mengkonsumsi makanan, kepada masyarakat untuk dapat mencuci tangan terlebih dahulu sebelum makan.

“Maka diharapkan kepada para orang tua, mari kita ajak anak-anaknya sejak dini untuk menjaga kebersihan serta mencuci tangan sebelum makan agar terhindar dari segala penyakit dan menerapkan pola hidup sehat,” pungkasnya. (rgn)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Rumah Warga Sako Dibedah

Palembang, KoranSN Melalui program Badan Amil Zakat (Baznas),Pemerintah kota Palembang ditengah kondisi Pandemi terus melakukan …