Penerimaan CPNS 2018 Masih Terkendala Calo dan Masalah Server







Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo. (foto-net/vivanews.com)

Jakarta, KoranSN

Persoalan calo masih menjadi sorotan dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018. Selain itu, masalah pada server membuat sistem pendaftaran CPNS secara daring atau online susah diakses.

Hal itu dikatakan Ketua DPR Bambang Soesatyo, dalam siaran persnya. Ia mengimbau seluruh peserta tes agar menghindari iming-iming pihak tertentu dengan menjanjikan kelulusan. Para calo, diyakininya, masih berkeliaran. Padahal kelulusan tes, tidak ditentukan dari itu, melainkan kemampuan calon itu sendiri.

“Mengimbau kepada seluruh peserta yang akan mengikuti seleksi CPNS untuk mengikuti petunjuk yang ada dan mempersiapkan seluruh persyaratan yang dibutuhkan, mengingat pelaksanaan perekrutan CPNS dilaksanakan secara online atau komputerisasi. Jangan percaya kepada oknum-oknum yang mengatasnamakan instansi tertentu untuk membantu meloloskan menjadi PNS,” jelas Bambang, Kamis (27/9/2018).

Baca Juga :   Pasien Sembuh Capai 45.401 Orang dari 86.521 Kasus Positif COVID-19

Hingga rekrutmen CPNS resmi dibuka beberapa hari lalu, Ketua DPR melihat masih banyak instansi yang belum membuka pendaftaran. Maka perlu bagi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) mendesak instansi tersebut. Dalam catatannya, dari 601 instansi baru 204 atau sekitar 30 persen.

Persoalan lain yang menjadi sorotannya, adalah kesiapan sistem pendaftaran secara online. Ada beberapa pihak yang mengeluhkan akses yang susah. Badan Kepegawaian Negara (BKN) harus memastikan server yang akan digunakan untuk pendaftaran hingga tahap seleksi lainnya benar-benar selalu siap.

“Jangan sampai server down karena animo masyarakat dalam mengikuti seleksi CPNS 2018 cukup besar,” ujar politisi Partai Golkar itu.

Karena sudah berbasis online, perlu juga diperhatikan daerah yang belum maksimal jaringannya. Maka, kata Bambang, harus ada jaminan agar layanan internet lancar. Sehingga, ia meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengupayakan pembangunan base transceiver station (BTS) di daerah-daerah tersebut.

Baca Juga :   Gubernur Sebut Presiden Akan Resmikan Tiga PSN di Sulawesi Tenggara

Kementerian PAN-RB dan pemda terkait menurutnya, harus menyediakan solusi bagi masyarakat yang tinggal di daerah tanpa akses internet.

“Misalnya seperti dengan memberi pengecualian agar bisa melakukan tes secara manual guna memberikan kesempatan kepada mereka yang ingin ikut serta dalam penerimaan CPNS 2018,” katanya.

Hal penting lainnya, ketersediaan sarana dan prasarana bagi penyandang disabilitas yang ikut tes CPNS 2018, perlu disediakan dengan baik.

“Agar bisa melakukan seluruh tahap seleksi dalam penerimaan CPNS 2018,” katanya. (viva.co.id)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Puncak Peringatan Hari Kekayaan Intelektual 2024, Kanwil Kemenkumham Sumsel Hadiri Forum Indikasi Geografis Nasional

Jakarta, KoranSN Mewakili Kakanwil Kemenkumham Sumsel, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Ika Ahyani Kurniawati …

error: Content is protected !!