Pengamat: KPK Incar Tersangka Baru Sengketa Pilkada Palembang 2013



Drs Ki Joko Siswanto. (foto-dok/reigan/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pengamat Sosial Politik sekaligus Rektor Universitas Taman Siswa (Tamsis) Kota Palembang, Joko Siswanto, Rabu (24/1/2018) menilai pemeriksaan saksi yang dilakukan KPK di Polresta Palembang, bertujuan untuk mengincar tersangka baru dalam kasus suap sengketa Pilkada Palembang yang terjadi pada tahun 2013 lalu.

Menurut Joko, KPK tentunya mempunyai prosedur dan SOP tersendiri dalam pemeriksaan. Dimana dalam persidangan apabila nama sesorang disebutkan akan ditelusuri sebagai saksi.

“Jadi, tidak menutup kemungkinan KPK mengincar tersangka baru dalam kasus suap Pilkada tahun 2013. Lantaran bisa jadi mereka menduga, tidak mungkin orang yang membantu tidak terlibat, meskipun dia tidak tahu karena ditugaskan oleh atasan. Karena KPK salah satu penegak hukum, itu merupakan wewenang mereka dan kita masyarakat menunggu saja hasilnya, tetapi tetap ada azas praduga tak bersalah,” ungkapnya.

Joko menjelaskan, meskipun tahun ini tahunnya Pilkada atau tahun politik, akan tetapi hal ini tidak bisa dikaitkan dengan politik lantaran tidak ada kepentingannya. Dari itu masyarakat jangan berprasangka buruk, sebab sebagai penegak hukum KPK sah-sah saja menelusuri apakah akan ada barang bukti baru.

“Kemungkinan akan ada tersangka baru itu jelas dan sudah banyak contoh. Jadi, KPK akan menelusuri hingga tuntas kasus tersebut, misalnya aktor utamanya sudah tuntas. Baru nanti yang kecil-kecil nya atau sebaliknya yang kecil-kecil dulu, baru aktor utamanya. Karena KPK mempunyai taktik dan prosedur sendiri dalam penelitian kasus tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :   Warga Betung Tewas Tersengat Listrik

Sementara Pengamat Hukum dari Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr Sri Sulastri SH MH menuturkan, masyarakat saat ini belum bisa memastikan apakah dalam kasus suap Pilkada tahun 2013 lalu penyidik KPK mendapatkan barang bukti baru. Namun semua hal bisa terjadi seperti; kemungkinan KPK menelusuri hal-hal yang menyangkut kerugian negara dalam perkara tersebut, kemungkinan adanya tersangka baru atau kemungkinan KPK mencari apakah ada keterlibatan dari dana APBD.

“Kalau tindak pidana baru saya tidak berani komen, tapi kalau melanjutkan kasus yang lama kenapa tidak dari dulu,” tandasnya. (rgn)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Tetapkan 21 Tersangka Korupsi Dana Hibah Pokmas Jawa Timur

Jakarta, KoranSN Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 21 tersangka dalam pengembangan penyidikan dugaan …

    error: Content is protected !!