Pengamat: Penerapan Normal Baru Cegah Bencana Selanjutnya





Salah satu petugas mal mengecek suhu tubuh pengunjung. Menurut pengamat, normal baru termasuk di dalamnya menerapkan protokol kesehatan harus segera dilakukan untuk mencegah munculnya bencana lanjutan. (foto-antaranews)

Solo, KoranSN

Pengamat Sosiologi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Nurhadi mengatakan penerapan normal baru harus segera dilakukan untuk mencegah bencana selanjutnya yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19.

“Dalam studi kebencanaan situasi normal baru dapat diistilahkan sebagai pemulihan kembali. Jadi setelah terjadi bencana masyarakat harus kembali memulihkan kondisi kehidupannya,” katanya di Solo, Selasa (9/6/2020).

Ia mengatakan salah satu sektor yang harus dihidupkan kembali adalah perekonomian mengingat sektor ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Dengan demikian, diharapkan tidak timbul permasalahan lain seperti kemiskinan.

Baca Juga :   KPU: Lima Daerah Belum Tandatangani NPHD

Penerapan normal baru ini harus didasarkan pada studi masyarakat sehingga tidak hanya berpatokan pada data kuantitatif. Apalagi, dikatakannya, setiap daerah memiliki kondisi yang berbeda.

“Ada daerah yang mengalami kondisi sangat buruk tetapi daerah lain bisa jadi cenderung membaik. Oleh karena itu, pentingnya asesmen secara mendalam terhadap kondisi pada tingkat lokal mulai dari unit terkecil, yaitu rukun tetangga,” katanya.

Menurut dia, asesmen sangat penting karena kesiapan menghadapi normal baru bukan hanya menyangkut kesiapan kawasan tetapi juga kesiapan masyarakat secara sosiologis.

“Kita hanya mengandalkan data yang bersifat kuantitatif, misal di suatu daerah kurvanya menurun kemudian disiapkan untuk normal baru. Padahal belum dilakukan asesmen mendalam terhadap ada atau tidaknya perubahan perilaku masyarakat yang adaptif dengan pandemi,” katanya.

Baca Juga :   KPK Amankan Uang Asing Total Rp400 Juta OTT Wahyu Setiawan

Sementara itu, dikatakannya, normal baru akan mudah diterapkan jika ada perubahan perilaku yang signifikan di kalangan masyarakat.

“Mulai dari kebiasaan mencuci tangan, menggunakan masker saat bepergian, mengurangi kerumunan, dan rajin berolahraga. Selain itu, juga harus ditinjau dari segi fasilitas yang tersedia di tempat-tempat umum seperti sekolah, tempat industri, maupun pusat perbelanjaan,” katanya.

Menurut dia, jika normal baru diterapkan tanpa dibarengi dengan perubahan perilaku dikhawatirkan justru berdampak pada pandemi gelombang kedua, ketiga, dan seterusnya. (antara/awj)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Presiden Perintahkan Pengerahan Bantuan untuk Pengungsi Semeru

Jakarta, KoranSN Presiden Joko Widodo telah memerintahkan pengerahan bantuan kesehatan dan logistik untuk pengungsi erupsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.