Penganggaran dan Pencairan Dana Hibah Masjid Sriwijaya Tanpa Proposal





Kapuspenkum Kejagung saat merilis penetapan tiga tersangka baru Masjid Sriwijaya. (Foto-Istimewa)

Palembang, KoranSN

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH MH mengatakan, jika penganggaran dan pencairan dana hibah untuk pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang dilakukan tanpa adanya proposal.

Hal tersebut dikatakannya saat menggelar rilis melalui Instagram Kejaksaan RI, Rabu (22/9/2021).

“Untuk penganggaran dan pencairan dana hibah tanpa melalui proposal terlebih dahulu. Sehingga penganggaran dana hibah tidak sesuai dengan prosedur sebagaimana dalam Peraturan Perundang-Undangan, diantaranya tidak didahului dengan pengajuan proposal dari pihak Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya sebagai penerima dana hibah,” terangnya.

Baca Juga :   Kejati Perkuat Alat Bukti Dugaan Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya

Masih dikatakannya, bahkan dalam perkara ini untuk Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya yang merupakan penerima dana hibah tidak beralamat di Kota Palembang, melainkan beralamatkan di Jakarta.

“Jadi alamat penerima dana hibahnya bukan di Palembang tapi di Jakarta,” ujarnya. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Bagikan :

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

DPRD Sumsel Harusnya Menolak Pembahasan Dana Hibah Masjid Sriwijaya Tanpa Proposal

Palembang, KoranSN Pihak DPRD Sumsel harusnya menolak pembahasan dan persetujuan dana hibah tahun 2015 dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.