Pengedar Uang Palsu di Lubuklinggau Dibekuk Setelah 2 Tahun Buron

Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau, AKP Ali Rojikin ( pegang upal) bersama tersangka Aan (ditengah). (foto-rifat/koransn.com)

Lubuklinggau, KoranSN

Terlibat kasus peredaran Uang Palsu (Upal) pada tahun 2015 lalu, Rahman Azhari alias Aan (31), warga Lorong Cakram RT 02 Kelurahan Watervang Kecamatan Lubuklinggau Timur I ini, kemarin dibekuk aparat Sat Reskrim unit Pidana Khusus (Pidsus) Polres Lubuklinggau.

Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau, AKP Ali Rojikin menjelaskan, penangkapan tersangka yang sudah dua tahun buron ini berlangsung aparat unit Pidsus mendapatkan informasi terkait keberadaan tersangka Aan.

“Ketika mendapatkan informasi, jika tersangka pulang kerumahnya setelah beberapa tahun kabur melarikan diri, tim unit Pidsus kita langsung mendatangi kediaman tersangka dan langsung melakukan penggerebekan. Tesangka ini merupakan DPO Polres Lubuklinggau sejak 2015 lalu,“ jelas Kasat Reskrim.

Dijelaskan Ali Rojikin, aksi peredaran Upal yang dilakukan tersangka bermula, Senin lalu (16/2/2015), dimana tersangka mengedarkan Upal dikawasan komplek Teserba.

“Sebelum menangkap tersangka Aan ini, terlebih dulu kita berhasil membekuk satu rekan tersangka yakni; Mirwanto alias Anto. Ketika kita melakukan penggeledahan terhadap tersangka Anto yang kini sudah menjalani masa hukuman, kita menemukan dikantong celananya pecahan uang Rp 100 ribu palsu sebanyak 30 lembar atau mencapai Rp 3 juta,” katanya.

Dilanjutkannya, setelah mengamankan tersangka Anto, pihaknya terus melakukan pengembangan hingga berhasil mengamankan satu tersangka lagi yang juga sudah menjalani masa hukuman yakni; M Pamuji.

Baca Juga :   Tabrakan Beruntun di Lubuklinggau, 2 Tewas 

“Dari tangan tersangka M Pamuji, kita mengamankan barang bukti uang pecahan Rp 100 ribu palsu senlai Rp 9,3 juta. Dari keterangan kedua tersangka inilah, jika uang tersebut mereka dapatkan dari tersangka Aan, namun saat akan dilakukan penangkapan beberapa tahun lalu tersangka Aan ini tidak berada dirumah, hingga saat kita baru berhasil membekuknya setelah hampir dua tahun buron,” ungkapnya.

“Dari tangan tersangka Aan ini, kita mengamankan barang bukti berupa satu unit plinter merek Canon yang digunakan tersangka untuk mencetak Upal, uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak 13 lembar, kertas HVS ½ rem, cat semprot dll,” tandasnya. (rif)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Polda Sumsel Bongkar Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 5,6 Miliar

Palembang, KoranSN Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan (Sumsel) membongkar kasus penyelundupan 37.804 benih …

error: Content is protected !!