Penggeledahan Kantor Abu Tours Palembang Harus Sesuai Prosedur

Kantor Abu Tours Cabang Palembang di Jalan Inspektur Marzuki Pakjo Palembang yang dipasang police line. (Foto-Ferdinand/Dok/Koransn)

Palembang, KoranSN

Kasubdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Suwandi Prihantoro, Senin (26/2/2018) mengatakan, penggeledahan Kantor Abu Tours Cabang Palembang yang akan dilakukan pihaknya dalam waktu dekat harus dilakukan sesuai dengan prosedur.

Dari itulah penggeledahan yang diagendakan, Selasa (27/2/2018), harus disaksikan oleh kuasa hukum dari pihak Abu Tours.

“Jadi, kita masih menunggu kuasa hukum dari Abu Tours untuk rencana penggeledahan Kantor Abu Tours Cabang Palembang. Karena penggeledahan tersebut harus disaksikan oleh mereka,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, sedang untuk surat izin penggeledahan dari pengadilan saat ini sudah diterima oleh Polda Sumsel.

“Tinggal waktu penggeledahannya saja, kalau nanti kuasa hukum Abu Tours sudah hadir, maka kami akan lansung melakukan penggeledahan di kantor tersebut,” ujarnya.

Lanjut Suwandi, penggeledahan tersebut dilakukan untuk kepentingan penyelidikan terkait laporan para calon jamaah umroh yang telah diterima Polda Sumsel.

“Kalau jumlah korbannya hingga kini sudah ada 482 calon jamaah umroh yang melapor. Adapun total kerugian para korban mencapai sekitar Rp6,9 miliar,” ujarnya.

AKBP Suwandi Prihantoro. (Foto-Dedy/Dok/Koransn)

Disinggung kapan pihaknya akan menetapkan tersangka dalam dugaan kasus ini? Dikatakan Suwandi, penetapan tersangka berdasarkan hasil gelar perkara yang nantinya akan dilakukan Polda Sumsel.

“Untuk penetapan tersangka itu nanti dilakukan, tunggu pemeriksaan semua saksi selesai, yang kemudian baru dilakukan gelar perkara. Nah, hasil dari gelar perkara inilah nantinya akan diketahui barang bukti dan tersangkanya,” tandasnya.

Baca Juga :   Pencuri Motor Ditangkap Usai Kepergok Warga

Diberitakan sebelumnya, Kasubdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Suwandi Prihantoro mengatakan, jika pihak pengadilan telah memberikan izin untuk melakukan penggeledahan di Kantor Abu Tours Cabang Palembang. Penggeledahan dilakukan untuk mencari sejumlah barang bukti terkait laporan kepolisian yang telah dibuat oleh calon jamaah umroh yang tidak diberangkatkan ke Polda Sumsel.

“Pengadilan sudah mengizinkan kita untuk melakukan penggeledahan. Bahkan suratnya sudah dikeluarkan, rencananya Selasa (27/2) kita lakukan penggeledahan di Kantor Abu Tours Palembang,” ungkapnya.

Masih dikatakan Suwandi, bahkan belum lama ini pihak Abu Tours dari kantor pusat di Makassar mendatangi Polda Sumsel. Kedatangan mereka menjelaskan ke penyidik terkait terjadinya permasalahan teknis yang terjadi sehingga para calon jamaah umroh tidak diberangkatkan.

“Ada dua orang yang datang, mereka yakni; pihak perwakilan dari Abu Tours pusat bernama Akbar dan perwakilan agen bernama Edi. Keduanya tidak kami penggil untuk diperiksa, tiba-tiba saja keduanya hadir dan menjelaskan jika ada masalah teknis hingga calon jamaah umroh tidak diberangkatkan dan mereka berjanji akan segera memberangkatkan para calon jamaah umroh,” ujarnya.

Dijelaskannya, dalam dugaan kasus ini tentunya Polri menginginkan para calon jamaah umroh dapat segera diberangkatkan umroh oleh pihak Abu Tours, supaya permasalahan tersebut selesai.

“Sebab para calon jamaah umroh yang melapor ke polisi mereka semua ingin berangkat umroh dari pada adanya pihak Abu Torus yang masuk penjara. Jadi kita harap pihak Abu Tours dapat memberangkatkan umroh semua calon jamaah,” ungkapnya.

Baca Juga :   Tim Macan Polres Lubuklinggau Bekuk Tersangka Penganiayaan

Untuk diketahui, Senin sore (12/2/2018) penyidik Subdit I Keamanan Negara Polda Sumsel telah memasang police line di Kantor Abu Tours Cabang Palembang Jalan Inspektur Marzuki, Pakjo Palembang.

Pemasangan garis polisi dilakukan guna kepentingan penyelidikan terkait laporan sejumlah calon jamaah umroh ke SPKT Polda Sumsel yang diterima petugas dengan Nomor Laporan: LPB/188/ISI/2018/SPKT. Dalam laporan tersebut para korban melaporkan Direktur Utama PT Amanah Bersama Umat yang menaungi Abu Tours, H Muhammad Hamzah Mamba (53), warga Jalan Bajigau Raya No 321 Makassar Sulawesi Selatan.

Bukan hanya itu, calon jamaah umroh Nurhaya (57), warga Jalan Karya Kelurahan Lebong Gajah Kecamatan Sematang Borang Palembang, Rabu (21/2/2018) juga telah melaporkan agen Abu Tours Palembang berinisial ‘DW’ (57) warga Jalan Musi Raya Barat Kecamatan Sako Palembang ke Polda Sumsel. Laporan korban diterima petugas kepolisian dengan nomor laporan: LPB/135/II/2018/SPKT.

Kasubdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Suwandi Prihantoro sebelumnya mengatakan, jika semua laporan korban akan ditindak lanjuti dengan penyelidikan dan apabila terbukti maka pihak Abu Tours dan agen yang dilaporkan dapat dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan.

“Tentunya laporan semua korban akan kami proses dengan penyelidikan. Untuk penetapan tersangka akan dilakukan nanti, setelah pemeriksaan saksi selesai dan setelah dilakukan gelar perkara,” pungkasnya. (ded)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Sidang Dugaan Korupsi KONI Sumsel, Herman Deru Ngaku Lupa Soal Dana Hibah Rp 25 Miliar

Palembang, KoranSN Mantan Gubernur Sumsel Periode 2018-2023 Herman Deru, Senin (22/7/2024) mengaku lupa dan tidak …

error: Content is protected !!