Pengusaha Didakwa Suap Politikus Golkar Eni Maulani Saragih



Arsip-Tersangka pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Samin Tan naik ke dalam mobil tahanan usai diperiksa dalam kasus dugaan suap terhadap mantan anggota DPR Eni Maulani Saragih, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (6/4/2021).(Foto-Antara)

Jakarta, KoranSN

Pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk (BLEM) Samin Tan didakwa menyuap mantan Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih sebesar Rp5 miliar.

“Terdakwa Samin Tan selaku pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk (BLEM) yang bergerak di bidang jasa pertambangan batu bara dan memiliki anak perusahaan, yaitu PT Asmin Kolaindo Tuhup (AKT), telah memberi uang sejumlah Rp5 miliar kepada Eni Maulani Saragih selaku Anggota Komisi VII DPR periode 2014-2019,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ronald Worotikan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin
(21/6/2021).

Suap itu diberikan, agar Eni mau membantu permasalahan pemutusan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) Generasi 3 antara PT AKT dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Kalimantan Tengah.

Baca Juga :   Cabuli Siswi SD, Pria di Lahat Digiring Polisi

Samin Tan adalah “ultimate beneficiary owner” (UBO) atas PT BLEM yang merupakan “holding company” dengan anak perusahaan PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) yang bergerak di bidang pertambangan batu bara dengan tambang di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, dan PT Borneo Mining Services (BMS) yang bergerak di bidang penyewaan alat berat di Kabupaten Murung Raya, Kalteng.

PT AKT mempunyai Perjanjian Karya Pengusahaan Tambang Batu Bara (PKP2B) atau “coal contract of work” (CCOW) dengan Kementerian ESDM yang memberikan hak bagi PT AKT untuk melakukan kegiatan pertambangan di lahan seluas sekitar 40 ribu hektare, namun sejak 19 Oktober 2017 diterbitkan Surat Keputusan Menteri ESDM mengenai pengakhiran (terminasi) PKP2B tersebut, sehingga PT AKT tidak bisa lagi menambang dan menjual batu baranya.

Baca Juga :   KPK Perpanjang Penahanan Lima Tersangka Kasus Subkontraktor Fiktif

Alasan terminasi adalah karena PT AKT dianggap telah melakukan pelanggaran atas PKP2B berupa menjaminkan PKP2B pada tahun 2012 kepada Bank Standard Chartered Cabang Singapura terkait pinjaman PT BLEM sejumlah 1 miliar dolar AS. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kejati Dalami Kasus Korupsi Proyek Pemasangan SR PDAM Untuk Masyarakat Penghasilan Rendah

Medan, KoranSN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) masih mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.